PP Muhammadiyah Kritik Alasan yang Sering Diajukan untuk Tunda Pemilu

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, mengkritik sejumlah alasan sering kali digunakan sebagai dalih mengusulkan penundaan penyelenggaraan Pemilu 2024.

Pertama, ia mengkritik asumsi Pemilu 2024 perlu ditunda karena alasan Indonesia tengah dilanda bencana. Abdul mempertanyakan jika ada pihak yang bisa menjamin Indonesia tidak dilanda bencana pada tahun depan. “Kalau Pemilu 2024 ditunda karena alasan bencana, apakah ada yang bisa menjamin bahwa di tahun depan tidak ada bencana?” cuit Abdul lewat akun Twitter miliknya @Abe_Mukti, Senin (28/2).

Selanjutnya, Abdul mengkritik alasan Pemilu 2024 perlu ditunda karena Rusia kini menyerang Ukraina dan menimbulkan guncangan pada keamanan dunia. “Kalau Pemilu 2024 ditunda karena perang Rusia-Ukraina, apakah ada yang bisa menjamin perang akan segera berakhir?” kata Abdul. Lalu, Abdul juga mengkritik dalih situasi pandemi Virus Corona (Covid-19).

“Kalau biaya Pemilu 2024 ditunda karena biaya mahal, apakah biaya tidak bisa dikurangi? Kalau ekonomi negara makin membaik, apakah 2024 negara tidak punya uang membiayai Pemilu?” ucapnya. Setidaknya dua parpol penghuni Senayan hingga kini telah menyatakan sikap mendukung wacana pemindahan Pemilu 2024 antara satu hingga dua tahun, yaitu PKB dan PAN.

Sementara Golkar juga memberikan sinyal setuju penundaan. Empat partai menyatakan penolakan yakni Demokrat, PDIP, PKS, dan NasDem. Sedangkan, dua partai, Gerindra dan PPP, belum menyatakan sikap. Sikap PP Muhammadiyah berseberangan dengan sikap yang disampaikan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketua PBNU, Yahya Cholil Staquf, meminta diadakan dialog terkait usulan penundaan Pemilu 2024 mengingat beragam persoalan yang dihadapi Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.