Share This Post

Penataan Organisasi dan SDM

Hot Issue: “Kalau Di Sekolah, Pramuka Ya Di Bawah OSIS!”?

Hot Issue: “Kalau Di Sekolah, Pramuka Ya Di Bawah OSIS!”?

Kalau di sekolah, pramuka ya di bawah OSIS!

Pastinya yang sedang dan pernah bersekolah sering sekali mengalami situasi membingungkan yang tercermin pada pernyataan di atas.

Lalu apakah pernyataan tersebut benar? Atau, jangan-jangan terdapat persepsi yang salah di Gugus Depan – khususnya yang berpangkalan di sekolah?

Di banyak sekolah, kegiatan pramuka-sebagai ekstrakulikuler-secara hierarki keorganisasian berada di bawah salah satu Seksi Bidang OSIS. Sama halnya PMR dan Paskibra sekolah.

Padahal, jika ditelaah melalui legal aspect alias dasar hukum dari kedua organisasi tersebut, baik OSIS maupun Pramuka (dalam hal ini Gugus Depan), keduanya sama sekali tidak menyinggung satu sama lain. Ini bisa dilihat pada:

  1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 Tentang Pembinaan Kesiswaan yang menjadi dasar hukum dibentuknya OSIS di tiap sekolah.
  2. Surat Keputusan Kwartir Nasional Nomor 231 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka yang menjadi dasar hukum dibentuknya Gudep di tiap sekolah sebagai wadah kegiatan ekstrakulikuler pramuka.

Yang artinya, menurut masing-masing dasar hukum organisasinya, keduanya tidak mempunyai hubungan dalam hierarki. Atau bersifat independen. Tidak tergantung satu sama lain. Hal ini perlu dipahami oleh praktisi pendidikan mulai dari Kepala Sekolahnya, Pembina Kesiswaannya, Pembina Gudepnya, dan civitas akademika yang terkait; Pengurus OSIS dan Dewan Penggalang/Ambalan. Jika para tenaga pendidik tidak memahami akar permasalahan ini, akhirnya akan timbul friksi dan salah penerapan di kalangan siswa karena dibiarkan begitu saja.

Kalaupun mau dihubung-hubungkan untuk mensinergikan seluruh kegiatan siswa di sekolah, hubungan antara keduanya sebatas kerjasama atau bilateral. Entah di tingkat Seksi Bidang atau di Ketua, semua sah-sah saja.

Banyak sekali pertanyaan kritis yang menurut saya lebih kepada paranoid ketimbang logis dari para pengurus OSIS setelah saya coba jelaskan “duduk perkara” masalah ini. Diantaranya pertanyaan: “Lalu nanti siapa yang mengawasi pramuka kalau nggak di bawah OSIS?” atau “Dimana azas keadilannya kalau pramuka nggak di bawah OSIS sementara kegiatan ekskul lainnya ada di seksi bidang OSIS?”

Well, untuk pertanyaan pertama, ada jawaban fundamental yang saya ajukan kembali ke para pengurus OSIS: “Sebagai siswa yang memahami konsep kepemimpinan dan keorganisasian, apakah pengurus OSIS ini sudah membaca lengkap AD/ART OSIS? Atau setidak-tidaknya pernah membaca dan memahami dasar hukum organisasinya?”. Lalu setelah itu akan saya jawab lagi dengan kalimat retorika: “Kira-kira, apakah tugas pokok dan fungsi dari Pembina Kesiswaan, Pembina Ekstrakulikuler, dan Pembina Gudep selain untuk monitoring dan supervisi peserta didiknya?. Jadi kira-kira yang lebih bertanggung-jawab untuk mengawasi kegiatan pramuka itu ya Pembinanya, bukan anak OSIS. Lagipula, bukankah pengurus OSIS tidak dibekali dengan pengetahuan tentang semboyan isyarat atau pioneering ketika LDK!

Untuk pertanyaan kedua, sekaligus untuk membuka caktawala pemikiran kita dengan lebih luas, bahwasanya dalam berorganisasi hendaklah kita menjalankan AD/ART-nya, dalam bernegara hendaklah kita menjalankan UUD-nya. Setidaknya, selain pramuka, saya menemukan dua ekstrakulikuler lain yang seharusnya benar-benar terpisah dari OSIS dan di-overtake oleh struktur yang lebih jelas dari pihak sekolah. Yaitu PMR dan Paskibra Sekolah.

Jika ditinjau-lagi-lagi-dasar  hukumnya, PMR dibentuk atas dasar Kesepakatan Bersama Antara Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Dengan Ketua Umum Palang Merah Indonesia Nomor 1/II/KB/2012 Dan Nomor 0317/MOU PMI-KEMENDIKBUD/II/2012 Tentang Pengembangan Dan Pembinaan Kegiatan Kepalangmerahan Di Kalangan Pendidik, Tenaga Kependidikan Dan Peserta Didik dan secara integral menginduk ke PMI Cabang di Kota/Kabupaten sekolah tersebut berada.

Sedangkan Paskibra Sekolah mempunyai dasar hukum Peraturan Menteri Pemuda Dan Olahraga Republik Indonesia Nomor 0065 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dan secara integral kegiatannya menginduk ke Purna Paskibraka Indonesia di tinglat Kota/Kabupaten dimana sekolah itu berada.

Pada akhirnya, kita harus merubah mindset untuk membiasakan yang benar. Bukan membenarkan yang biasa. Salam Pramuka!

 

Tertanda,

Mantan Wakil Ketua II OSIS SMPN 2 Kota Tangerang periode 2003/2004. Purna Ketua Bidang Penelitian dan Evaluasi Dewan Kerja Cabang Kota Tangerang Masa Bhakti 2007-2011. Pembina Bersertifikasi KMD (2011). Ketua RT05/RW001 Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug. Pilot B777-300ER Garuda Indonesia.

 

 

 

Tinggalkan Komentar