Tahukah Kakak?

Tahukah Kakak?

Kwarnas Tegaskan Punya Dasar Hukum Kuat Kepemilikan Tanah di Cibubur

JAKARTA – Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bidang Badan Usaha Milik Gerakan Pramuka (BUMGP) Kak Ridjal J. Kotta menegaskan, tanah seluas 210 hektar di kawasan Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur dan 19 hektar di Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur adalah milik Gerakan Pramuka, bukan milik negara atau pihak lain. Hal itu didukung dengan bukti dan dasar hukum yang kuat. Kak Ridjal mengatakan, sejauh ini Kwarnas Gerakan Pramuka sudah melakukan 12 kali rapat koordinasi dengan berbagai pihak, di antaranya Menko Kemaritiman, Kementerian Perhubungan, Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Kementerian Sosial, Kementerian Agraria dan juga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). “Rakor tanggal 9 Mei 2018 dihadiri Ka Kwarnas Kak Adhyaksa Dault dan saya di Kemenko ...

Mengenal Bunda Bunakim

pJika kita mengenal tokoh-tokoh wanita nasional seperti Cut Nyak Dien, RA. Kartini, Dewi Sartika, dan lain-lain, ternyata di Gerakan Pramuka juga ada tokoh kaliber nasional seperti mereka. Sebut saja Bunda Bunakim, wanita kelahiran 1917 ini memiliki banyak sekali jasa untuk Pramuka Indonesia. Berikut beberapa fakta mengenai Bunda Bunakim: Bunda Bunakim memiliki nama asli yaitu Dari Bunakim. Tentu saja banyak orang yang hanya mengenalnya sebagai Bunda Bunakim. Menjadi salah satu dari empat tokoh Gerakan pramuka yang ikut mengembangkan Perkemahan Wirakarya atau Community Development Camp Tingkat Asia-Pasifik pertama yang diadakan di Lebakharjo, Malang, Jawa Timur pada 1978 bersama Kak Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Kak Azis Saleh, dan Kak Mashudi. Kelak atas jasa-jasa mereka, keempatnya dian...

Kak Anggoro Bayu Aji: Jangan Takut Mendekati Obyek Foto

Ketika orang melihat kamera Anda, kadang mereka menanyakan mengapa Anda mengambil foto, dan apakah niat Anda baik. Jika Anda mengambil snapshot dari seseorang dan mereka melihat Anda, maka tersenyum lah padanya sembari menganggukan kepala Anda. Tindakan sederhana seperti ini mengirimkan sinyal positif dan membantu untuk menghibur orang-orang yang mungkin waspada serta curiga. Human interest dan street photography dapat menjadi salah satu jenis fotografi. Hal itu akan memberikan pengalaman sangat berharga bagi fotografer yang tertarik untuk menangkap kondisi kehidupan manusia dalam berbagai kondisi di ruang publik. “Nomor satu yang menjadi masalah pada umumnya adalah adanya rasa canggung atau takut untuk mendekati orang. Ini bisa menjadi masalah yang cukup signifikan, karena konsep fotograf...

Sejarah Gugus Depan Gusti Sulaiman Putrid Rondu Kabupaten Kapuas Hulu

Gudep Gusti Sulaiman – Putrid Rondu merupakan sebuah nama dari Gudep yang berpangkalan di SMA Negeri 1 Jongkong, Kec. Jongkong, Kab. Kapuas Hulu. Kegiatan Pramuka sudah lekat sekali dengan SMA Negeri Jongkong, mulai dari pertama didirikan pada tahun 1993 hingga sekarang, tetap aktif dan eksis di bidang Pramuka. Pengenalan kepramukan di SMA Negeri 1 Jongkong pertama kali oleh Kak Noto yang merupakan Plt. Kepala Sekolah saat itu dan sekarang beliau menjabat sebagai Pelatih Senior di Pusdiklat Kwarcab Kapuas Hulu. Pada saat kepemimpinan beliau dalam mengerakan Pramuka bukan hanya di SMA Jongkong saja yang aktif hampir semua sekolah pada saat itu, baik SD dan SMP juga aktif di Pramuka. Hal ini dibuktikan dengan berbagai kegiatan yang dilakukan dari perkemahan hingga penjelajahan dan meng...

Racana Albadi STAIN Parepare Adakan Festival Tunas Kelapa Competition

Festival Tunas Kelapa Competition atau yang biasa disebut FTC merupakan kegiatan tahunan yang digelar oleh Racana Albadi STAIN Parepare. Kegiatan ini adalah ke-6. Hal ini dilakukan sebagai bukti konkret Racana Albadi dalam usahanya menciptakan kegiatan menarik dalam Gerakan Pramuka sebagai usaha kontribusi dalam memajukan organisasi Gerakan Pramuka. Kegiatan FTC VI 2018 ini dibuka langsung oleh Ketua STAIN Parepare selaku Ketua Mabigus Racana Albadi Gudep 02.001 – 02.001 Pangkalan STAIN Parepare. Kegiatan FTC ini diikuti oleh 240 Peserta Penggalang yang berasal dari 13 Pangkalan SMP/Mts Se-Sulselbar dan 460 Peserta Penegak yang berasal dari 24 Pangkalan SMA/SMK/MA Se-Sulselbar. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 12-17 Februari 2018 di Bumi Perkemahan Kampus Hijau STAIN Parepare.

Susahnya Move On dari Raimuna Nasional 2017

Ngga bisa move on nih Kak dari Rainas 2017. Banyak kenangan yang tidak bisa aku lupakan di Rainas. Banyak pengalaman dan teman baru yang aku dapatkan. Semoga di Rainas selanjutnya kita bisa bertemu lagi ya Kak.

Mengenal Satuan Karya Keluarga Berencana (Saka Kencana)

Bone – Gerakan Pramuka mempunyai berbagai wadah pembinaan dan pengembangan kepemimpinan di tingkat Kwartir, salah satunya adalah Satuan Karya. Berdasarkan Jukran No.170 A Tahun 2008 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka, Saka merupakan wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan pengalaman para Pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Satuan Karya diperuntukkan bagi para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega atau para pemuda usia antara 16-25 tahun dengan syarat khusus. Setiap Satuan Karya memiliki beberapa krida, yang masing-masing mengkhususkan pada sub bidang ilmu tertentu. Hal inilah disampaikan oleh Kak Irfani Sinfani, SE., MM selaku Sekertaris Pimpinan Saka Kencana Kab. Bone saat menyampaikan materi tentang Satuan Karya Pr...

Mengenal 5 Krida Saka Kencana

Bone – Satuan Karya Pramuka Keluarga Berencana (Saka Kencana) merupakan salah satu dari 11 saka yang diakui secara Nasional dalam Gerakan Pramuka. Sebagai salah satuh wadah pembinaan dan pendidikan kepramukaan, Saka Kencana dibentuk dengan tujuan untuk mengembangkan bakat, minat, pengetahuan dan kemampuannya di bidang Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera dan Pengembangan Kependudukan. Hal inilah yang diungkapkan oleh Kak Dra. Suhartini selaku Ketua Pimpinan Saka Kencana Cabang Bone ketika ditemui beberapa waktu yang lalu. Perempuan yang biasa disapa Kak Tini ini mengatakan bahwa dalam Saka Kencana sendiri terdapat 5 (Lima) Krida yang memberikan pemahaman dan pendalaman pengetahuan khususnya terkait dengan Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera dan Pengembangan Kependudukan. Kelima ...

Indonesia Bangsa yang Besar

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa-jasa para pahlawannya Indonesia Tanah Airku, Indonesia Tanah Airku tercinta. Waspadalah terhadap tipu dan provosi. Karena kita bangsa yang kuat, bangsa hebat.  

Buku “Catatan Juang”: Sebuah Kajian, Bukan Sekedar Pujian

Kali ini saya akan berbagi dengan kakak-kakak Pramuka se-Indonesia tentang kepramukaan dan berbagai hal tentangnya. Saya akan bercerita tentang sebuah buku yang berjudul “Catatan Juang” yang ditulis oleh Fiersa Besari, seorang penulis, petualang, pemusik dan berbagai hal menarik lainnya. Pada dasarnya membaca sebuah buku juga bermakna membaca pemikiran sang penulis. Lewat buku, sang penulis mengutarakan ide, gagasan, cara pandang dan berbagai keresahan lainnya yang. Lewat buku, sang penulis membebaskan imajinasi dan cakrawala berfikirnya tentang melihat berbagai hal kecil di sekelilingnya. Boleh jadi, lewat buku, seorang penulis sedang belajar mengabadikan sebuah kenangan yang pernah terjadi di masa lalu. Hal inilah yang saya rasakan pertama kali ketika membaca buku “Catatan Juang; Sang Le...

Wagub Sulsel: Bugis-Makassar Punya Sejarah Kemaritiman yang Hebat

Makassar – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Kak Agus Arifin Nu’mang mengaku bangga karena United Nations Education, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) resmi menetapkan Perahu Phinisi menjadi warisan budaya dunia. Perahu Phinisi diputuskan sebagai warisan dunia, dalam sidang ke-12 Komite Warisan Budaya Tak Benda UNESCO yang digelar di Pulau Jeju, Korea Selatan, kemarin. Dengan demikian, kata Kak Agus, Sulawesi Selatan dengan ikon pinisinya makin diperhitungkan di mata dunia. Dengan penetapan ini, Indonesia kini memiliki sembilan elemen budaya dalam daftar warisan budaya tak benda UNESCO. Phinisi menjadi lambang dari teknik perkapalan tradisional negara Kepulauan. Phinisi adalah bagian dari sejarah dan adat istiadat masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Bu...

Kapusdiklatcab Bone Paparkan Dasa Darma dari Tahun ke Tahun

Bone, Sulawesi Selatan – Kepala Pusat Pendidikan Pelatihan Tingkat Cabang (Kapusdiklatcab) Bone, Kak Basrol, S.Pd di hadapan 79 orang yang menjadi peserta Kursus Pembina Pramuka Tingkat Mahir Dasar (KMD) memaparkan perubahan Dasa Darma dari tahun ke tahun. Dalam penjelasannya, Dasa Darma yang terdiri dari 10 point merupakan ketentuan moral bagi setiap Pramuka pada dasarnya beberapa kali mengalami perubahan. Pertama, pada tahun 1961 – 1966 berdasarkan lampiran Surat Keputusan Presiden No. 238 Tahun 1961 sebagai hasil rumusan Panitia V Pembentukan Gerakan Pramuka, bahwa point-point Dasa Darma adalah Pramuka itu: 1) dapat dipercaya; 2) setia; 3) sopan dan perwira; 4) sahabat sesama manusia dan saudara bagi tiap-tiap Pramuka; 5) penyayang sesama makhluk; 6) siap menolong dan wajib berjas...