Share This Post

Pramuka Peduli

PRAMUKA PEDULI DALAM KESIAPSIAGAAN BENCANA

PRAMUKA PEDULI DALAM KESIAPSIAGAAN BENCANA

Oleh: Muhammad Iksan AW
Pegiatan dan Pemerhati Gerakan Pramuka Kwarcab Sumbawa – NTB

Berbagai daerah di Indonesia berpotensi untuk terjadinya bencana, baik itu gempa bumi, banjir maupun tsunami, dan tidak menutup kemungkinan yaitu Propinsi Nusa Tenggara Barat dan salah satunya Kabupaten Sumbawa. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia, sehingga dampak dari bencana ini mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerugian harta benda, terjadinya kerusakan lingkungan dan yang paling krusial adalah dampak psikologis bagi para korban.

Bencana atau musibah tidak aka nada satu manusiapun dimuka bumi ini yang akan mampu menebaknya kapan akan datang. Begitu pula dengan yang terjadi akhir-akhir ini di Propinsi Nusa Tenggara Barat khususnya di Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Sumbawa. Bencana gempa sebagai sebuah peringatan Allah Swt atas umatNya merupakan bagian terintegral dari kehidupan manusia di alam.

Sebagai organisasi yang terstruktur dan memiliki jiwa sosial yang tinggi, Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sumbawa melalui Satgas Pramuka Peduli melaksanakan esensi dari Tri Satya ke 3 yaitu: “Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat” serta kode kehormatan (Dasa Dharma) yang ke 5 yang berbunyi: “Rela menolong dan tabah”. Kesiapan Satgas Pramuka Peduli Kwartir Cabang Sumbawa dalam merespon setiap bencana dan pergeseran kondisi alam tentunya patut diacungi jempol, karena sebelum organisasi lain berada ditengah-tengah titik bencana, Satgas Pramuka Peduli Kwartir Cabang Sumbawa sudah berada di tengah masyarakat yang terdampak bencana. Sebuah apresiasi yang tinggi untuk organisasi Gerakan Pramuka yang memang sejatinya sebagai organisasi tunas bangsa yang membangun personal strength dari para anggotanya.

Satgas Pramuka Peduli yang beranggotakan para tunas-tunas muda gerakan pramuka selalu siap sedia mendarmabaktikan tenaga, waktu dan pikiran mereka dalam memotivasi masyarakat untuk mampu melakukan upaya-upaya kesiapsiagaan dari bencana atau musibah yang akan terjadi. Selain merespon dalam bentuk aksi cepat, ternyata pasca bencana Satgas Pramuka Peduli Kwartir Cabang Sumbawa juga memberikan trauma healing pada adik-adik kita yang terkena dampak bencana (gempa) sebagai pemberian motivasi untuk segera melupakan kondisi yang terjadi dan bangkit untuk hidup dalam kondisi yang normal.

Trauma healing yang dilakukan oleh Satgas Pramuka Peduli dalam bentuk game education yang menggembirakan, tentunya diharapkan agar adik-adik kita kembali tersenyum dan ceria.
Sampai saat ini (5 Nopember 2018) Satgas Pramuka Peduli Unit Kwartir Ranting Alas masih bekerja dilapangan dalam membantu pemerintah dan masyarakat korban terdampak gempa dalam membangun hunian sementara, tempat-tempat ibadah dan bahkan ruang kelas sementara untuk para pengejar ilmu di berbagai sekolah yang rusak akibat gempat berkekuatan 6,9 SR. Melihat kinerja dan pengabdian tanpa batas yang sudah didedikasikan oleh Satgas Pramuka Peduli, tentunya kita semua angkat topi dan memberikan sebuah penghargaan atas ketulusan membantu antar sesama dan juga sekaligus dalam mengamalkan kode janji dan kode kehormatan dari organisasi gerakan pramuka.

Tinggalkan Komentar