Share This Post

Luar Negeri

Berita Gembira, Dua Pendiri ISJ Dapat Lencana “Good Deed” dari Thailand

Berita Gembira, Dua Pendiri ISJ Dapat Lencana “Good Deed” dari Thailand

Berita gembira datang dari Singapura. Dua pendiri Indonesia Scout Journalist (ISJ) mendapat lencana “Good Deed” atau “Perbuatan Baik” dari seorang Pembina Pandu National Scout Organization of Thailand (NSOT). ISJ adalah komunitas bagi para Pramuka yang suka mengembangkan kegiatan jurnalistik, baik dalam bentuk tulisan, foto, maupun video, serta juga untuk para jurnalis atau pewarta atau wartawan yang senang meliput dan ikut kegiatan kepramukaan.

Tujuan dibentuknya ISJ adalah untuk membantu mempromosikan dan meningkatan citra baik Gerakan Pramuka khususnya, dan kepanduan sedunia umumnya. Sekaligus memberikan pengertian dan pendidikan tentang dunia jurnalistik kepada para Pramuka dan pemahaman tentang kepramukaan kepada para pewarta umum. Sebagai organisasi berbentuk perkumpulan, ISJ terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI dengan Nomor AHU-0000472.AH.01.07. Tahun 2017 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Indonesia Scout Journalist.

Dua pendiri Indonesia Scout Journalist, Kak Berthold Sinaulan dan Kak Andi Widjanarko, beruntung mendapat lencana Good Deed (Perbuatan Baik) itu dari seorang Pembina Pandu NSOT, Witsanu Meemungtham, yang disematkan pada acara The 3rd Singapore Scout International Friendship Fiesta yang diadakan di gedung Kwartir Nasional The Singapore Scout Association, organisasi kepanduan di Singapura, Sabtu, 8 April 2017 siang hari.

Selain kedua pendiri ISJ, lencana Good Deed itu juga diberikan oleh Pembina Pandu dari Thailand yang akrab dipanggil Yuk itu kepada sejumlah tokoh Pandu dari berbagai negara. Di antaranya dari Singapura, Malaysia, Inggris, dan Australia.

Bagi yang memberi dan mendapatkan lencana itu, keberadaan lencana itu bukan sekadar penghargaan belaka. Lencana itu merupakan perlambang dari persaudaraan universal antar pandu dan sekaligus saling mengingatkan untuk selalu berbuat kebaikan setiap hari.

Pandu atau di Indonesia kini namanya Pramuka, melaksanakan perbuatan baik merupakan kewajiban yang harus dilakukan setiap hari. Sejak pertama kali digagas oleh Baden-Powell di Inggris pada 1907, seorang Pandu memang diwajibkan untuk melakukan sedikitnya satu kali perbuatan baik dalam sehari.

Dalam Bahasa Inggris disebut dengan istilah “one good deed a day” atau “one good turn a day”, yang di-Indonesiakan menjadi “satu perbuatan baik dalam sehari”. Uniknya, bagi para Pandu zaman dulu, melakukan perbuatan baik itu bisa dilihat dari kacu atau setangan leher yang dikenakan. Bila dia belum melakukan sedikitnya satu perbuatan baik, maka kacu lehernya bagian ujung bawahnya tetap dibiarkan menjuntai bebas. Tetapi bila seorang Pandu sudah melakukan perbuatan baik, maka kedua ujung bagian bawahnya disimpul menjadi satu.

Perbuatan baik yang dilakukan tidak perlu yang “besar-besar” saja. Cukup perbuatan sederhana, namun mengandung arti. Misalnya, bagi yang masih kecil, menolong ibu di rumah. Bisa juga membantu menyeberangkan jalan orang tua atau anak-anak. Dapat pula membantu menyelamatkan kucing yang tidak bisa turun dari pohon, atau mengangkat sampah yang dibuang sembarang, dan dimasukkan ke tempat sampah.

Seperti di negara-negara lainnya, para Pandu yang menjadi anggota National Scout Organization of Thailand (NSOT) juga melaksanakan perbuatan baik setiap harinya. Mereka juga mempunyai lencana bagi yang diberikan kepada orang-orang yang dianggap telah melakukan perbuatan baik. Itulah lencana yang diterima dua pendiri ISJ, dan didedikasikan untuk semua perbuatan baik para anggota ISJ khususnya maupun anggota Gerakan Pramuka dan pewarta yang senang menulis tentang kepramukaan umumnya.

Tinggalkan Komentar