Share This Post

Penataan Organisasi dan SDM

Pramuka, Benteng Terakhir untuk Melindungi Pemuda Bangsa Indonesia

Pramuka, Benteng Terakhir untuk Melindungi Pemuda Bangsa Indonesia

Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana atau yang berarti Jiwa Muda yang Suka Berkarya. Ia memberikan pengaruhnya yang besar bagi bangsa Indonesia sejak awal mula berdirinya.

Sejarah panjang tersebut terjadi sejak 1923. Itu berawal dari pergerakan pemuda untuk mempersatukan seluruh elemen bangsa, hingga diresmikannya tanggal 14 Agustus sebagai Hari Pramuka. Adalah perjalanan panjang sejarah Pramuka yang tetap konsisten untuk mengawal dan mencetak generasi muda Indonesia agar siap menjadi bibit unggul yang kelak akan memimpin bangsa ini.

Dengan semakin berkembangnya zaman dan persaingan global yang begitu ketat, Gerakan Pramuka diberikan amanat besar untuk tetap menjaga generasi muda kita. Organisasi ini dianggap begitu penting untuk menjaga dari terpuruknya mental pemuda dari dampak negatif arus globalisasi.

Selain itu, akulturasi barat yang begitu masif sangat dikhawatirkan dapat melunturkan nilai-nilai dasar kebudayaan kita. Parahnya, itu dapat menghancurkan generasi muda dengan kehidupan bebas yang terlepas jauh dari norma-norma dan jati diri bangsa.

Pramuka diberikan amanat berat itu karena memiliki nilai-nilai pembelajaran hidup yang mulia. Nilai-nilai itu tercermin dalam sepuluh Dasa Dharma Pramuka, antara lain:
Takwa kepada Tuhan yang Maha Esa
Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
Patriot yang sopan dan kesatria
Patuh dan suka bermusyawarah
Rela menolong dan tabah
Rajin, terampil dan gembira
Hemat, cermat dan bersahaja
Disiplin, berani dan setia
Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
Suci dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan

Bisa dibayangkan, jutaan anak Pramuka Indonesia akan ditanamkan sepuluh Dasa Dharma tersebut sebagai pedoman dalam hidupnya. Mereka akan diajarkan nilai-nilai mulia tersebut, sehingga sepuluh dasar pedoman hidup itu yang akan menjadi dasar kepribadiaan setiap anak Pramuka.

Bangsa Indonesia harus memiliki filter dan benteng untuk melindungi para pemudanya dari dampak negatif yang mungkin akan ditimbulkan akibat arus globalisasi. Seperti yang kita ketahui, di awal pergerakanya, Pramuka berperan sebagai salah satu alat pemersatu bangsa. Namun, dengan berkembangnya zaman, peran Pramuka telah berubah menjadi benteng terakhir untuk melindungi pemuda dari kerasnya tuntutan zaman.

Hal ini terjadi agar setiap pemudanya memiliki kepribadian yang baik, bermental baja, dan siap menghadapi persaingan global. Konsistensi seperti tersebut sangat dibutuhkan untuk mengawal kehidupan pemuda bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, Gerakan Pramuka yang saat ini berada di bawah pimpinan Kak Adhyaksa Dault sudah seharusnya berada di garda terdepan dalam membentuk karakter pemuda, dan menjadi benteng terakhir untuk melindungi segenap pemuda bangsa Indonesia. Ini agar mereka tidak kehilangan jati diri sesungguhnya dan hancur terlindas perkembangan zaman.

Bangsa yang besar berada di tangan para pemudanya. Sekali lagi, amanat yang besar telah menunggu Gerakan Pramuka, untuk selalu berperan aktif dalam mengawal perjalanan panjang generasi muda kita ke depan.

Salam Pramuka!

Tinggalkan Komentar