Share This Post

Gaya Hidup

Hari Penting, Inspirasi Awal Saya Menulis (Inspirasi Menulis 1)

Hari Penting, Inspirasi Awal Saya Menulis (Inspirasi Menulis 1)

 

SUATU ketika seorang teman berkonsultasi mengenai kepenulisan kepada saya. “Inspirasi menulismu itu dari mana, Sul?,” tanyanya. “Lingkungan sekitar adalah inspirasi saya menulis,” jawab saya saat itu. Jawaban ini bukanlah karena tergesa-gesa. Inspirasi saya menulis memang muncul dari lingkungan sekitar, termasuk dengan artikel pertama saya yang dimuat di media massa.

Tulisan tersebut berjudul “Sampah dan Problem Lingkungan”, dimuat di rubrik ‘Kiprah’ Surat Kabar Harian (SKH) Jogja Raya (7/6/2011). Dalam perjalanan menuju kampus, saya lihat warga bersih-bersih secara gotong-royong, karena katanya ada lomba kampung terbersih. Singkatnya, lahirlah tulisan ini untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup yang jatuh setiap tanggal 5 Juni.

Tulisan ini berangkat dari kegelisahan saya melihat begitu mudahnya kita membuang sampah di sembarang tempat. Jika terus-terusan dan dilakukan oleh banyak orang, sampah itu akan menumpuk dan membahayakan. Lingkungan tempat tinggal kita bisa tercemar, selokan buntu, banjir, dsb.

Meskipun kala itu honor dari tulisan ini hanya Rp50.000, tapi saya sangat senang karena tulisan bisa dimuat. Honor bukan jadi prioritas, gagasan melalui tulisan ini bisa dibaca oleh banyak orang sudah bersyukur. Apalagi dalam tulisan ini ada nama dan foto saya. Mungkin, karena efek narsih ya, hehe.

Contoh lain tulisan yang inspirasinya dari hari penting ialah “Membenahi Institusi DPR”, dimuat di rubrik ‘Opini’ SKH Kedaulatan Rakyat (19/10/2013). Tulisan ini untuk memperingati Hari Parlemen Indonesia pada tanggal 16 Oktober. Kebanggaan tersendiri tulisan saya bisa dimuat di SKH tertua di Indonesia.

Tulisan ini saya mulai dari laporan Adnan Pandu Praja, kala itu (16/9/2013) jadi Wakil Ketua KPK. Menurutnya, dalam periode 2009-2011 dan 2012-2013, peringkat pertama lembaga terkorup diduduki bersama oleh DPR dan Polri. Itulah mengapa, menurut hemat saya, perlu ada revolusi mental. Sebab, korupsi terjadi akibat dari demoralisasi.

Contoh tambahan, tulisan saya berjudul “Pemuda, Bagaimana Nasionalismemu?”, dimuat di rubrik ‘Opini’ SKH Kedaulatan Rakyat (27/10/2012). Tulisan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda (28 Oktober) ini kembali mengingatkan akan sejatinya peran pemuda untuk negeri ini. Pemuda yang berjiwa nasionalisme sangat dirindukan.

Tulisan-tulisan saya banyak yang inspirasi menulisnya dari hari penting. Hari penting adalah inspirasi menulis yang mudah kita peroleh. Data-data yang kita inginkan atau contoh tulisan dengan tema hari penting itu pun biasanya mudah didapat.

Jika tulisan (artikel) kita kirim ke media massa, misalnya, hari penting ialah momentum yang menyediakan peluang besar tulisan bisa dimuat. Sebab, dalam momentum tersebut setiap media massa akan menurunkan tulisan dengan tajuk refleksi, renungan, napak tilas, aktualisasi, dsb.

Momentum hari penting, baik itu keagamaan, pendidikan, lingkungan hidup, dsb, memberikan jedah relatif lebih lama bagi penulis untuk mempersiapkan bahan tulisannya. Tulisan itu akan sangat menarik dan biasanya jadi kriteria khusus redaktur SKH jika ditarik ke isu-isu kekinian.

Tulisan itu tak hanya menampilkan nostalgia yang biasanya hanya berhenti pada dimensi masa lalu. Gagasan melalui tulisan itu hadir dan menawarkan solusi terhadap permasalahan yang tengah dihadapi oleh institusi tertentu dan masyarakat. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Komentar