Share This Post

News / Rebranding Pramuka

Kwarnas Gerakan Pramuka Terima Kunjungan Dubes Korsel Taiyoung Cho

Kwarnas Gerakan Pramuka Terima Kunjungan Dubes Korsel Taiyoung Cho

Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka menerima kunjungan Duta Besar Korea Selatan di Kantor Kwarnas Gerakan Pramuka, Jalan Medan Merdeka Timur No. 6, Jakarta Pusat, Selasa (18/4). Hadir menerima kunjungan ini, Ketua Kwarnas Kak Adhyaksa Dault, Sesjen Kak Rafli Effendy, Waka Bid. Renbangma Kak Marbawi, Bendahara Kak Bagas Adhadirgha, Annas Urusan Hublu Kak Indo Reyono Samili, dan beberapa staf Kwarnas.

Duta Besar Korea Selatan, Taiyoung Cho menyampaikan bahwa kunjungan ini untuk mempererat hubungan antara Korea Selatan dan Gerakan Pramuka. Ia juga menyampaikan maksud Korea Selatan ingin menjadi tuan rumah Jambore Pramuka Se-Dunia pada 2023.

“Maksud kunjungan kami ini adalah untuk mempererat hubungan antara Korea Selatan dan Gerakan Pramuka. Juga memohon dukungan penuh Gerakan Pramuka untuk Korea Selatan jadi tuan rumah Jambore Pramuka Se-Dunia pada 2023 mendatang,” kata Dubes Korea Selatan, Taiyoung Cho, di Jakarta Pusat, Selasa (18/4).

Bagi Taiyoung Cho, ada beberapa point penting Korea Selatan layak jadi tuan rumah Jambore Pramuka Se-Dunia. Antara lain: program kreatif yang dibuat dari pemuda-pemudi; Korea Selatan memiliki teknologi informasi yang canggih; lokasinya yang akan dijadikan sebagai tempat Jambore sangat luas dan memiliki tanggul raksasa dunia; serta pemerintah dan semua pihak di Korea Selatan mendukung penuh kegiatan tersebut.

Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka menerima kunjungan Duta Besar Korea Selatan di Kantor Kwarnas Gerakan Pramuka | Foto: Kak Fajrin/TIm SIber Pramuka

Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka menerima kunjungan Duta Besar Korea Selatan di Kantor Kwarnas Gerakan Pramuka | Foto: Kak Fajrin/TIm SIber Pramuka

Ia menyatakan kagum pada Gerakan Pramuka dan Indonesia. Gerakan Pramuka, menurutnya, memiliki anggota yang sangat besar dan kegiatannya sangat banyak, kreatif dan mendidik pemuda-pemudi Indonesia.

“Saya juga kagum dengan Indonesia. Jika di Korea Selatan terdiri dari satu suku dan satu bangsa, tapi di Indonesia beragam. Ingat Indonesia, ingat Bhinneka Tunggal Ika dan keindahan alamnya,” tambahnya.

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Adhyaksa Dault menyampaikan terima kasih atas kunjungan Dubes Korea Selatan Taiyoung Cho. Ia juga menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka memiliki hubungan baik dengan Pramuka Korea Selatan.

“Kedekatan sudah lama. Gerakan Pramuka terlibat banyak kegiatan yang diadakan di Korea Selatan. Kita juga ada kerjasama dengan Korea,” ujarnya.

Terhadap permohonan dukungan agar Korea Selatan menjadi tuan rumah Jambore, Menpora Periode 2004-2009 ini mengatakan agar tidak hanya meyakinkan Gerakan Pramuka. “Tidak hanya meyakinkan kami, tapi juga meyakinkan pimpinan Pramuka Se-Asia Pasifik yang berkumpul di Bali nanti,” pungkasnya.

Diketahui, Jambore Pramuka Se-Dunia dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Tahun 2019, Jambore Pramuka Se-Dunia sudah ditetapkan akan dilaksanakan di Amerika Serikat. Sementara tuan rumah Jambore Pramuka Se-Dunia tahun 2023 baru akan ditetapkan di Konferensi Pramuka Dunia, di Azerbeijan pada Agustus 2017 mendatang.(MSA/Tim Siber Pramuka)

Tinggalkan Komentar