Share This Post

Tokoh

Yuk! Simak Kisah Pramuka Difabel Penulis 100 Puisi dari Lampung

Yuk! Simak Kisah Pramuka Difabel Penulis 100 Puisi dari Lampung

Nama Kak Imam Syafei mendadak menjadi perbincangan publik, tak hanya di Kwartir Cabang (Kwarcab) Pesawaran, tapi juga di daerah lain. Betapa tidak, meski memiliki keterbatasan fisik, ia telah banyak menghasilkan karya puisi yang menyentuh dan indah. Ia sudah menulis 100 puisi.

Salah satu karya puisinya itu pernah ia baca di depan publik dan videonya diupload di media sosial. Setelah diunggah di akun resmi instagram Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Kak Adhyaksa Dault (@adhyaksadault), videonya sudah ditonton oleh 5.053 warganet. Videonya dapat ditonton di https://www.instagram.com/p/BT6pSePFdHn/?taken-by=adhyaksadault.

Mengapa Kak Imam suka menulis puisi? Sejak kapan menulis puisi? Apa motivasinya? Dan apa cita-citanya?. Penasaran bagaimana ceritanya? Simak yuk kisanya.

Ketika diwawancara melalui alat komunikasi, Kak Imam Syafei mengaku mulai menulis puisi sejak kelas 3 SMP. Keinginannya ini timbul karena dulu sering maju di kelas untuk membaca puisi.

“Dulu saya sering maju di depan kelas membaca puisi, nilai saya selalu bagus. Karena itulah saya belajar membuat puisi,” ujar Kak Imam, di Pesawaran, Jumat (12/5/2017).

“Harapan saya, saya ingin puisi saya dikenal oleh orang-orang. Saya juga ingin menulis buku, tapi kendalanya tulisan saya jelek, susah untuk nulis,” ungkapnya.

Ia juga mengaku sering direndahkan oleh temannya karena keterbatasannya tersebut. Meski begitu, ia tak putus asa, tak menyerah, dan malah tetap semangat. Lalu, hal itu ia jadikan pelecut untuk senantiasa berkarya dan memberikan kontribusi nyata kepada Gerakan Pramuka dan bangsa Indonesia.

“Kegiatan saya di Pramuka membantu kakak Pembina untuk melatih adek-adek, serta membantu dewan kerja ranting di kegiatan perkemahan. Kemudian, saya sering diajak mengisi renungan di kegiatan perkemahan dan pelantikan,” bebernya.

“Pesan saya tetap semangat. Jangan pernah menyerah. Ayo bersama-sama kita bekerja mewujudkan Pramuka lebih maju dan jaya,” pungkasnya.

Kak Imam saja tetap semangat, apalagi kita. Semangat, semangat menjemput mimpi.

Tinggalkan Komentar