Share This Post

Media Sosial

Bijak Menggunakan Media Sosial Ditengah Derasnya Berita Hoax

Bijak Menggunakan Media Sosial Ditengah Derasnya Berita Hoax

Media informasi massa kini merajalela kesemua kalangan. Anak-anak, remaja tua dan muda menjadi objek produktif pangsa pasar informasi, terlebih media sosial dengan segala ragam dan bentuknya.

Kebebasan berpendapat dimuka umum yang dijamin undang-undang menjadi justifikasi bahwasannya berpendapat atau berkomentar itu sah-sah saja.

Benar memang demikian, namun ada yang seringkali kita lupa bahwasannya berpendapat  atau berkomentar seringkali mengabaikan norma-norma juga etika publik baik terhadap individu ataupun kelompok sosial lainnya.

Terkadang kita hanya lebih mengedepankan hawa nafsu tatkala dihadapkan oleh suatu case yang kontra terhadap diri pribadi dan sudut pandang kita secara pribadi, sehingga menimbulkan gesekan perasaan yang sedikit menggores luka hati. Ini sering kita jumpai dalam alam nyata meski berawal dalam alam maya yakni media sosial.

Berbicara merupakan cara mengkomunikasikan sesuatu yang ada dalam pikiran seseorang kepada orang lain dan menggambarkan sesuatu yang ada dalam pikiran seseorang. Pun demikian, postingan status di medsos ataupun komentar yang kita tulis di media sosial adalah representasi transver otak kita kedalam sebuah media tulisan yang menjadikan juga representasi dari diri kita seutuhnya sebagai individu dan makhluk sosial yang seyogyanya dapat menjaga etika dan norma publik agar feedback terhadap diri pribadi kitapun mencerminkan individu yang berakhlak dan beretika di ruang lingkup sempit ataupun luas,terlebih ruang publik medsos amat terbuka lebar.

Tinggalkan Komentar