Share This Post

Regional

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Menutup Perkemahan Pramuka Santri Nusantara V di Kendal

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Menutup Perkemahan Pramuka Santri Nusantara V di Kendal

KENDAL – Gubernur Jawa Tengah, Kak Ganjar Pranowo berpesan, anggota Gerakan Pramuka dapat mau dan mampu mengimplementasikan Dasa Dharma, terutama poin ke-10. Anggota Gerakan Pramuka harus suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Kak Ganjar saat memberikan sambutan penutupan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) V di Pondok Pesantren Darul Amanah, Desa Ngadiwarno, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Rabu, 11 Juli 2018.

“Dengan mendalami Dharma ke-10 diharapkan anggota pramuka mengedepankan kejujuran,” ungkap Kak Ganjar Pranowo.

Di tengah acara, Kak Ganjar memberikan pertanyaan “dadakan” kepada 770 orang Pramuka Santri peserta PPSN. Ia menanyakan kepada para peserta, siapa yang hafal Dasa Dharma. Seketika suasana menjadi ramai.

Anjar Mandiri, salah seorang santri kontingen dari Magelang menyatakan siap ketika diminta mengucapkan Dasa Dharma Pramuka. Dengan langkah tegap dan percaya diri, meski agak tergagap di akhir-akhir ucapan, akhirnya santri yang mengenakan pakaian tradisional itu mampu menyelesaikan hafalan Dasa Dharma Pramuka.

”Kamu sudah punya laptop belum,” tanya Gubernur Kak Ganjar Pranowo. Kontan Anjar pun menjawab, ”Belum”. ”Ya sudah, kamu saya kasih laptop,” kata Kak Ganjar. Kak Anjar Mandiri langsung memberi salam hormat, dan berlari menuju panggung serta mencium tangan Gubernur sambil mengucapkan terima kasih.

Kak Anjar kemudian mundur dengan pelan sambil memberi hormat kepada Gubernur yang masih berdiri di atas panggung. Setelah beberapa langkah, dia berlari kegirangan ke arah barisan kontingen Magelang.

”Nah, begini kalau santri ikut Pramuka. Setelah mencium tangan lalu mundur pelan-pelan dengan sopan kembali ke barisan,” kata Gubernur merespons sikap Anjar.

Pendidikan di Ponpes luar biasa

Kak Ganjar menegaskan, selain pendidikan di pesantren memiliki spiritual yang luar biasa dan bagus. Ponpes sekaligus membentuk karakter para santri Pramuka harus berpikir kritis, analitis, dan sistematis.

”Jangan sebarkan informasi hoaks. Untuk mengindari hoaks, hendaknya banyak membaca. Pramuka santri pramuka harus mau dan mampu menyebarkan informasi positif kepada masyarakat. Kita diperintahkan iqra (membaca, red), mengembangkan budaya literasi. Hal itu penting untuk kemaslahatan bersama,” katanya.

Kak Ganjar hadir bersama rombongan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Propinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Kendal, Wakil Ketua Bina Muda Kwarda Jateng Kak Harnowo Budiluhur, serta  pengasuh Pesantren Darul Amanah KH Masud Abdul Qodir dan para ustadz pesantren.

Pada PPSN V sebagai juara umum kontingen dari Kabupaten Kudus, disusul Kabupaten Kendal, dan Purbalingga. Para juara akan mengikuti PPSN tingkat nasional yang dijadwalkan pada Agustus mendatang.

Tinggalkan Komentar