Share This Post

Media Sosial

Latah Menjadi Kebiasaan yang Tak Terbantah

Latah Menjadi Kebiasaan yang Tak Terbantah

Indonesia negeri penuh fenomena, baik buruk, penting atau tidak penting jika memang sedang booming pasti akan berdenging di setiap kuping. Siapapun pasti akan mendengar kabar beritanya. Negeri tercinta penuh suka cita, siapa saja boleh mencipta, asal mampu membahagiakan semesta.

Begitu juga dengan fenomena yang mungkin terlihat sepele, yang beberapa waktu ini cukup membuat geli telinga saya ketika mendengarnya, “Om Telolet Om”. Istilah yang saya pribadi awalnya cuek dan tak mau menghiraukannya. Namun karena terlalu sering mendengar orang lain mengucapkan hal tersebut sampai viral di media sosial hingga televisi, saya penasaran juga. Dan ketika mencoba mencari tahu di google mengenai asal usul viralnya istilah tersebut, saya pun tak habis pikir dan hanya bisa geleng-geleng kepala.

Usut punya usut kenapa hal tersebut bisa sampai menjadi viral, berawal dari keisengan seorang pemuda yang mengupload video kegiatan anak-anak di daerah Jepara ketika berkumpul di sore hari menunggu para supir bus lewat sambil meneriakkan “Om Telolet Om”. Yah hanya sesederhana itu, mungkin dengan meminta para supir yang lewat agar membunyikan klakson busnya yang berbunyi telolet sudah cukup membuat mereka merasa terhibur. Karena bahagia itu memang sederhana, cukup bisa berkumpul bersama teman-teman sejawat sambil mendengar “telolet” lewat silih berganti.

Dengan merebaknya video “Om Telolet Om” di media sosial, banyak pula yang lantas latah mengikutinya tanpa sebab dan tujuan yang jelas. Mulai dari kalangan anak-anak hingga dewasa bahkan para elit politik pun ikut membuat video sejenis entah untuk tujuan apa.

Dari peristiwa ini, kita bisa mengambil pelajaran bahwa segala sesuatu yang sepele dan sederhana jika dikemas dengan cara yang unik dan berbeda pasti akan menghasilkan sesuatu yang berbeda pula.

Begitu pula yang terjadi pada salah satu rekan bisnis saya, yang mampu memanfaatkan fenomena “Om Telolet Om” dengan sangat baik dan menerapkan dalam bisnisnya dengan langsung memproduksi klakson berbunyi telolet dalam jumlah banyak kemudian menjualnya melalui media sosial ketika peristiwa ini sedang booming.

Ini yang namanya bisa memanfaatkan sesuatu dengan baik, mampu merubah peluang menjadi ladang uang di saat orang lain hanya menjadikannya sebagai hiburan semata dan canda tawa biasa. Dan berkat kejeliannya dalam memanfaatkan peluang ini, kini kawan saya tersebut mampu meraih omset puluhan juta dalam waktu yang dibilang cukup singkat, luar biasa bukan?

Karena di manapun kita berpijak, segala sesuatnya pasti akan ada sisi negatif dan positifnya. So, jadilah orang yang latah dalam hal positif dan kreatif seperti kawan saya ini. Kita liat saja ke depannya akan ada peristiwa apa lagi yang mampu membuat latah seantero negeri. Selamat menunggu keturunan dari Om Telolet Om !

 

Tinggalkan Komentar