Share This Post

Wisata

Pohon Cemara Udang Hanya Ada di Pantai Lombang Sumenep dan Tiongkok?

Pohon Cemara Udang Hanya Ada di Pantai Lombang Sumenep dan Tiongkok?

Pantai Lombang merupakan salah satu lokasi wisata yang patut dikunjungi di kota Sumenep Madura. Lokasi terletak di ujung pulau Madura, tepatnya berada di wilayah kecamatan Batang-Batang.

Pantai lombang merupakan pantai yang sangat bersih dan juga indah. Pantai ini juga terkenal dengan pasir putihnya disertai deretan hutan cemara sepanjang bibir pantai. Begitu juga ombaknya sangat tenang, sangat cocok sekali untuk traveler yang ingin berenang atau menikmati semilir angin. Air kelapa muda bisa menjadi teman menikmati cerahnya horizon yang biru menyejukkan.

Traveler bisa memacu kuda dan menyusuri pantai dengan hanya merogoh kocek sekitar Rp 60.000,- untuk satu jam. Kalau masih takut menunggang kuda sendirian, ada joki yang siap mendampingi. Para joki siap memberikan pelatihan singkat tentang teknis menunggang secara cuma-cuma

Sesuatu yang paling unik dari pantai Lombang adalah hutan cemara berhektar-hektar yang semakin membuat pantainya rindang. Umumnya pantai-pantai di Indonesia dilengkapi hutan bakau, tapi khusus pantai Lombang penuh hutan cemara. Jenis cemaranya pun berbeda, yakni cemara udang yang bahas latinnya Casuarina Equisetifolia.

Sekilas memang jenis cemara di pantai lombang ini tidak berbeda dengan yang lain. Namun ada semacam simpul-simpul daun yang jika dipotong dan diamati akan mirip kepala seekor udang. Karena bentuknya itulah disebut dengan istilah cemara udang.

Cemara udang menurut cerita pada awalnya hanya tumbuh di Pantai Lombang dan pantai-pantai di perairan Tiongkok. Namun sekarang sudah menyebar, karena telah banyak dimanfaatkan sebagai bonsai yang dikirim ke berbagai negara bahkan ke luar negeri.

Ada sejarah berbau legenda yang menceritakan tentang pohon cemara udang di perairan Sumenep. Kisah ini dikaitkan dengan ekspedisi besar kekaisaran negeri Tiongkok dalam mengarungi perairan nusantara pada abad ke-15 yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho.

Tinggalkan Komentar