Share This Post

Rebranding Pramuka

Bekali Para Guru, Pramuka di Malaysia Gelar Kursus Mahir Lanjutan

Bekali Para Guru, Pramuka di Malaysia Gelar Kursus Mahir Lanjutan

KINABALU – Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) bekerjasama dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Nasional (Pusdiklatnas) Gerakan Pramuka menggelar Kursus Mahir Tingkat Lanjut (KML) di Permai Depalay Ratau, Tebobon, Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia tanggal 25-30 Oktober 2017. Kegiatan ini untuk membekali guru-guru SIKK dan Community Learning Center wawasan mengenai metode kepramukaan dan pengelolaan Gugus Depan.

“Harapan kami, kakak-kakak Pembina Pramuka khususnya di Kinabalu ini bisa bertambah wawasan mengenai teknik kepramukaan, bagaimana mengelola satu Gugus Depan, dan sebagainya. Sehingga ke depan kegiatan-kegiatan di Kinabalu ini bisa bertambah meriah dan hidup,” ujar Ketua Panitia KML Idris saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (1/11).

Ia menilai, pengelolaan Gudep di sekolahnya tersebut begitu urgen. Terlebih, dua lembaga pendidikan itu memiliki jumlah murid yang banyak, lebih dari 11.000 siswa. Hal ini berbeda dengan sekolah Indonesia di luar negeri lainnya yang biasanya hanya memiliki ratusan murid.

Waka Kesiswaan SIKK itu menambahkan, siswa-siswi di dua sekolah tersebut merupakan warga negara Indonesia. Mereka lahir dan dibesarkan di Kinabalu. Meski begitu, mereka bisa berbahasa Indonesia. “Ada beberapa anak-anak (peserta didik) kita sejak lahir baru sekali ke Indonesia,” ucap Kak Idris.

“Gerakan Pramuka di sini menjadi penting untuk menanamkan nasionalisme, mengenalkan bagaimana Indonesia, dan sebagainya. Gerakan Pramuka ini diharapkan dapat mengindonesiakan mereka kembali, sehingga kami di sini punya beberapa agenda. Selain KML ini, kita juga punya JAIM atau Jambore Anak Indonesia di Malaysia. JAIM ke-4 kemarin sudah kita laksanakan pada bulan September,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Pelatih Pusdiklatnas Gerakan Pramuka, Kak M. Nurhamid. Menurut dia, penanaman nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme kepada siswa-siswi di sana begitu penting.

“Diharapkan proses pendidikan kepramukaan di Gudepnya dapat berjalan dengan baik sesuai prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme peserta didik terbangun. Terlebih, peserta didik di sana adalah anak-anak Indonesia yang sebagian besar belum tahu Indonesia,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Kak Adhyaksa Dault mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, KML adalah fondasi pendidikan kepramukaan.

“Salah satu fondasi dari kepramukaan adalah Kursus Mahir Lanjutan. Ini tidak boleh berhenti. Saya mengapresiasi para pelatih yang sudah jauh-jauh ke Malaysia,” ungkapnya.

Diketahui, KML tersebut diikuti sebanyak 52 orang dengan biaya mandiri, iuran dari masing-masing peserta. Sementara yang menjadi pelatih ialah Kak M. Nurhamid, Riyadi Santoso, dan Kak Aditya Wisaksono. (MSA/AK)

Tinggalkan Komentar