Share This Post

Rebranding Pramuka

FAO dan Gerakan Pramuka Suarakan Pentingnya Pemberdayaan Pemuda di Pedesaan Melalui Lomba Poster

FAO dan Gerakan Pramuka Suarakan Pentingnya Pemberdayaan Pemuda di Pedesaan Melalui Lomba Poster

JAKARTA—Indonesia sedang terus bergerak. Pada 15 tahun terakhir, penduduk perkotaan di Indonesia meningkat sebanyak 50 juta orang, sementara jumlah penduduk di pedesaan menyusut sebanyak 5 juta orang. Pada tahun 2016, jumlah orang yang pindah dari daerah pedesaan ke perkotaan mencapai sekitar 7 juta orang, kebanyakan adalah kaum muda.

Meski begitu, 45 persen penduduk Indonesia masih ting¬gal di daerah pedesaan, dan 1/3 pekerja formal di seluruh negeri masih bekerja di bidang pertanian. Dengan migrasi desa ke kota yang konstan, dan terlepas dari jumlah penduduk yang meningkat, setiap tahun semakin se¬dikit orang yang tinggal di daerah pedesaan dan sektor pertanian semakin ditinggalkan. Hal ini menjadi tantangan besar di masa depan, terutama dalam masalah penyediaan pangan.

Penyebab utama dari migrasi kaum muda dari desa ke kota di Indonesia adalah alasan ekonomi. Pertanian dilihat sebagai sektor yang tidak menguntungkan dan migrasi ke kota dilihat sebagai satu-satunya jalan keluar dari permasalahan ekonomi mereka.

Pemberdayaan kaum muda pedesaan sebagai bentuk investasi pada ketahanan pangan dan memperlambat laju migrasi merupakan tema sentral dari lomba poster Hari Pangan Sedunia tahun 2017, yaitu “Ubah Masa Depan Migrasi. Investasi pada Pembangunan pedesaan dan ketahanan pangan.” Lomba ini diselenggarakan oleh Badan Pangan dan Pertanian PBB (Food and Agriculture Organization/FAO) bersama-sama dengan Gerakan Pramuka dan komunitas Tabrak Warna.

Sebanyak 200 anggota Gerakan Pramuka dari seluruh Jabodetabek berkumpul di Aula Sarbini, Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur hari ini (29/10) untuk mengikuti lomba Poster Nasional Hari Pangan Sedunia 2017. Selain lomba, para peserta juga akan mendapatkan penjelasan tentang tema dari FAO, dan peragaan pembuatan poster yang keren oleh Komunitas Tabrak Warna.

“Kita amat membutuhkan kaum muda di pedesaan, terutama untuk menggerakkan pertanian. Untuk itu, kita harus melakukan inovasi-inovasi dalam pertanian yang membuat kaum muda tertarik pada pertanian, “ tegas Kak Oemi Praptanto, Wakil Kepala FAO Representative Indonesia di Bidang Administrasi pada Pembukaan Lomba Poster Nasional 2017.

Terhadap kegiatan ini, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Kak Adhyaksa Dault menyatakan dukungan dan apresiasinya. “Acara seperti ini sangat positif dan menarik bagi generasi muda bangsa, khususnya anggota pramuka. Apalagi temanya juga sangat penting dipahami untuk masa depan manusia yang mana anggota pramukanya harus lebih berperan,” ujar Kak Adhyaksa Dault.

Foto: Dok. Humas Kwarnas

Menurut Kak Adhyaksa, semangat kerja keras yang kreatif dan solutif harus melandasi setiap pikir dan tindakan anak Pramuka. “Anggota Gerakan Pramuka akan menjadi bagian terpenting dalam perjuangan menjadikan Indonesia juara di segala bidang pada 2045 nanti. Saya yakin, jika gotong-royong di antara generasi milenial semakin kuat, kita mampu memimpin bangsa lain. Sebaliknya, jika ego pribadi dan kelompok menguat, maka kita akan kalah dengan bangsa lain,” tambah Kak Adhyaksa Dault.

Gerakan Pramuka, Agen Perubahan yang Strategis

Pramuka dengan anggotanya yang lebih dari 20 juta orang dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia merupakan agen perubahan strategis dalam pembangunan di Indonesia. FAO mempunyai harapan yang cukup tinggi pada Gerakan Pramuka sebagai partner dalam mensosialisasikan program-program FAO.

“FAO sebagai Badan Pangan dan Pertanian Dunia yang memprioritaskan kaum muda dalam progam-programnya, melihat kerjasama dengan Gerakan Pramuka merupakan hal yang amat penting dan harus terus-menerus dilakukan,“ ungkap Kak Oemi.

Foto: Dok. Humas Kwarnas

Foto: Dok. Humas Kwarnas

“Anggota Pramuka adalah pemuda-pemuda terpilih, dapat menjadi agen perubahan yang cukup berarti dalam pembangunan ketahanan pangan dan pertanian di Indonesia,” pungkas Kak Oemi.

Sementara itu, menurut Wakil Ketua Kwarnas Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Kerjasama (Rembangma) Marbawi, kerjasama antara FAO dan Gerakan Pramuka ini bisa dilanjutkan tidak hanya pada hal sosialisasi, tapi juga bisa dalam bentuk training dan capacity building.

“Isu pangan dan imigrasi adalah isu yang paling strategis sekarang, lintas bangsa, lintas negara. Jadi, hal itu harus menjadi perhatian oleh seluruh pemimpin di dunia. Dan yang paling strategis untuk saat ini bagi generasi muda adalah Pramuka,” tandasnya. (MSA/LHA)

Tinggalkan Komentar