Share This Post

Penataan Organisasi dan SDM

Ini Alasan Mengapa Ada Kemah Khusus Putri di Pramuka

Ini Alasan Mengapa Ada Kemah Khusus Putri di Pramuka

JAKARTA – Kwartir Nasional Gerakan Pramuka akan mengadakan Perkemahan Putri Tingkat Nasional (Perkempinas) IlI Tahun 2017, di Bumi Perkemahan Pantai Manggar, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 19-24 November 2017. Kegiatan ini mengambil tema “Pramuka Putri Pemimpin Negeri”.

Mengapa di Gerakan Pramuka diadakan Perkemahan yang pesertanya khusus putri, sementara di organisasi ini sendiri tidak mengenal kemah khusus putra?

Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Pembinaan Anggota Dewasa Kak Susi Yuliati mengungkapkan, Perkempinas baru diadakan tiga kali. Setidaknya ada beberapa alasan mengapa perkemahan khusus putri ini diadakan oleh Kwarnas Gerakan Pramuka. Di antaranya untuk mendongkrak pemberdayaan sumber daya manusia Pramuka putri.

Perkemahan di Gerakan Pramuka biasanya diadakan bersama. Hanya, kamp perkemahan putra dan putri dipisah. Menurut Susi, di Gerakan Pramuka jumlah pembina putri tergolong kurang, tidak sebanding dengan jumlah anggota atau peserta didik yang begitu banyak. Sehingga proses pembinaan dari masa Penggalang tidak berlanjut ke masa Penegak. Padahal sistem pendidikan di Gerakan Pramuka dituntut harus terus berlanjut.

“Banyak Gudep putri baik satuan Penggalang maupun satuan Penegaknya saat ini dibina oleh pembina putra. Dan kita lihat pola pendidikan Pramuka putra dan putri ada sedikit perbedaan, tidak semua sama,” ujar Kak Susi saat dihubungi, Jumat (3/11).

Perempuan, kata dia, memiliki karakter yang khas, berbeda dengan putra. Karena itu, melalui kemah ini, nantinya peserta akan diajarkan banyak hal berkaitan dengan aspek-aspek yang menyangkut kewanitaan. Misalnya keterampilan memasak, keterampilan kecantikan, desain, dan juga kepemimpinan perempuan.

“Kami ingin mengembangkan ciri khas Pramuka putri. Idealnya sosok Pramuka putri itu anggun, kreatif, terampil, berwawasan luas, mandiri, tangguh, berpikir cemerlang, peduli, dan penuh kasih sayang. Proses pembinaan dan pengembangan karakter di Gugus Depan sangat menentukan capaian ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault menjelaskan, semua kegiatan di Gerakan Pramuka dilakukan dengan persiapan panjang, kepanitiaannya pun dari anggota Gerakan Pramuka sendiri tanpa event organizer (EO). Semua aspek dipikirkan, seperti cuaca, air bersih, tempat ibadah, dan lain-lain, termasuk dalam kegiatan Perkempinas ini.

“Kekuatan dan kelebihan dari kegiatan luar ruangan adalah apa yang mereka lihat, rasakan, lakukan selama di alam bebas menjadi ilmu bagi mereka. Selain itu, interaksi dan partisipasi mereka juga meningkat, lebih dari itu mereka punya solidaritas dan kepekaan sosial,” ungkap Kak Adhyaksa.

“Perkempinas digelar karena Kwarnas ingin memberikan kesempatan dan kedudukan yang sama kepada Pramuka putri untuk mendapat pelatihan dan pendidikan yang menarik melalui media perkemahan di alam terbuka, sebagai bekal kehidupannya kelak,” tutupnya.

Perkempinas 2017 dengan jumlah peserta 1.500 rencananya akan dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Kak Puan Maharani, yang juga Ketua Harian Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Nasional pada 19 November 2017.

Selain itu, pembukaan Perkempinas juga akan dihadiri para tokoh dan pejabat pemerintah daerah seperti Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Kak Adhyaksa Dault, Gubernur Kalimantan Timur Kak Awang Faroek Ishak, Wali Kota Balikpapan Kak Rizal Effendi, serta para tamu undangan dari Tim PKK, Pimpinan Kwarda Kaltim dan Kwarcab Balikpapan. (HA/AK)

Tinggalkan Komentar