Share This Post

News

Ini Harapan Peserta Pelatihan Jika Terpilih Jadi Tim Protokol Kwarnas Gerakan Pramuka

Ini Harapan Peserta Pelatihan Jika Terpilih Jadi Tim Protokol Kwarnas Gerakan Pramuka

JAKARTA – Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengadakan Pelatihan dan Rekrutmen Satuan Protokol Kwarnas di Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, tanggal 25-28 April 2017. Kegiatan itu bukan saja untuk memberikan keterampilan keprotokolan dan tata laksana acara-acara resmi kepada Pramuka, tapi juga merekrut Tim Protokol Kwarnas Gerakan Pramuka.

“Ini tidak hanya pelatihan, namun juga seleksi untuk menjadi Tim Protokol Kwarnas Gerakan Pramuka. Dari 49 orang peserta, akan kita seleksi menjadi 20 orang berdasarkan peringkat,” kata Ketua Panitia, Agus Muslim, di sela-sela kegiatan, Jakarta, Kamis (27/4).

Koordinator pelatihan, Mohammad Laiyin menegaskan bahwa Kwarnas akan membentuk tim yang terlatih dengan keahlian khusus untuk mengatur acara-acara Kwarnas Gerakan Pramuka. Tim ini memiliki ragam keahlian dan pemahaman yang sama.

“Setelah tim ini jadi, mereka nanti akan bergabung dengan tim yang sudah ada di Kwarnas, terdiri dari Andalan Nasional dan Staf Kwarnas. Ini merupakan pengkaderan yang nanti akan membantu fungsi-fungsi keprotokolan di Kwarnas,” terangnya, di Jakarta, Kamis (27/4).

“Ada yang jago di pembawa acara, lagu, mengatur kegiatan, dan seterusnya. Mungkin kalau ke daerah, mereka juga bisa melakukan fungsi-fungsi keprotokolan yang berkoordinasi dengan protokol daerah,” tambahnya.

Riska Putri Utami, peserta pelatihan, mengaku senang jika saja terpilih menjadi Tim Protokol Kwarnas. “Harapannya bisa lolos untuk jadi tim protokol Kwartir Nasional dan bisa berguna bagi semuanya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rendri Yudha Kurniawan, peserta dari Kwarcab Bogor. “Harapannya bisa melahirkan protokol-protokol handal, lewat menjadi Tim Protokol Kwarnas,” ucapnya.

Namun jika sebagian tidak terpilih menjadi Tim Protokol Kwarnas, mereka juga tidak berkecil hati. Mereka bisa menerapkan wawasan dan keterampilan keprotokolan yang didapat dari pelatihan yang diadakan oleh Kwarnas Gerakan Pramuka di daerah masing-masing.

“Kalau saya tidak terpilih tidak apa-apa. Ini tetap jadi pelajaran sangat berharga, karena saya tetap bisa mengabdikan dan mengamalkan ilmunya dari sini, baik di Gudep, Ambalan, maupun di mana saja,” tandas Uyung. (MSA/Tim Siber Pramuka)

Tinggalkan Komentar