Share This Post

Tokoh

Kak Azrul Azwar Dianugerahi Satya Lencana Tunas Kencana

Kak Azrul Azwar Dianugerahi Satya Lencana Tunas Kencana

KENDARI —Mantan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Almarhum Kak Azrul Azwar dianugerahi penghargaan Satya Lencana Tunas Kencana. Penyerahan penghargaan tertinggi di Gerakan Pramuka itu diwakili istri almarhum, Kak Rihna Azrul Azwar, saat Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Pramuka tahun 2018 di Hotel Grand Clarion, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (26/9/2018). Penghargaan diberikan oleh Menpora Kak Imam Nahrawi, didampingi Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Kak Adhyaksa Dault.

Ketua Panitia Munas Gerakan Pramuka 2018 Kak Kodrat Pramudho menjelaskan, penghargaan itu diberikan kepada Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka masa bakti 2003-2013 ini atas jasanya yang sangat besar bagi perkembangan Gerakan Pramuka. Menurutnya, Kak Azrul Azwar juga mempunyai jasa besar bagi gerakan kepanduan dunia.

“Penghargaan Lencana Tunas Kencana diberikan kepada tidak sembarang orang. Diberikan kepada Pramuka utama, seperti presiden atau perdana menteri. Diberikan kepada tokoh-tokoh nasional yang mempunyai prestasi dalam mengembangkan dunia Pramuka,” ujar Kak Kodrat Pramudho di sela-sela Munas, Rabu (26/9/2018).

Menurut Wakil Ketua Kwarnas Bidang Organisasi dan Hukum ini, banyak terobosan di era kepemimpinan Kak Azrul Azwar sebagai Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka selama dua periode. Di antaranya, revitalisasi Gerakan Pramuka, yang kemudian disahkan oleh Presiden RI keenam Kak Susilo Bambang Yudhoyono pada 2006 lalu.

“Lahirlah UU No. 12 Tahun 2010, itu eranya Kak Azrul. Menjelang akhir masa jabatan kedua, Kak Azrul juga mendukung kegiatan ekskul wajib, sehingga di sekolah-sekolah itu ada ekskul wajib, yang wajib bukan peserta didiknya, tapi di setiap sekolah harus ada Gugus Depan,” tambahnya.

“Ada perbaikan kurikulum, kemitraan internasional, Kak Azrul juga sebagai penggagas berdirinya asosiasi kepanduan ASEAN. Beliau ketua pertamanya. Kantor WOSM (organisasi kepanduan dunia) yang awalnya di Jenewa, Swis, kemudian pindah ke Malaysia. Perpindahan itu salah satunya berkat ketokohan Kak Azrul. Beliau juga pernah menjadi anggota Asia-Pasific Regional,” ungkap Kak Kodrat.

Dalam pembukaan Munas 2018 tersebut, Kwarnas Gerakan Pramuka juga memberikan penghargaan Kwarda Tergiat. Kategori Kwarda Tergiat I tingkat Nasional diraih Kwarda Sumatera Selatan, Tergiat II diraih Kwarda Lampung, dan Tergiat III diraih Kwarda Jawa Tengah.

Sementara itu, kategori Kwarda Tergiat tingkat wilayah, untuk wilayah I (Sumatera) diraih Kwarda Sumatera Selatan, wilayah II (Jawa) diraih Kwarda Jawa Tengah, dan wilayah III (Bali dan Nusa Tenggara) diraih Kwarda Bali. Kwarda Tergiat wilayah IV (Kalimantan) diraih Kwarda Kalimantan Tengah, Tergiat V (Sulawesi) diraih Kwarda Gorontalo, serta Tergiat VI (Maluku-Papua) diraih Kwarda Maluku.

Munas X Gerakan Pramuka dilaksanakan di Hotel Grand Clarion Kendari, Sulawesi Tenggara pada 25-29 September 2018. Ketua Kwarnas Kak Adhyaksa Dault mengungkapkan, Munas kali ini menekankan fokus Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan kader pemimpin bangsa. Hal itu sesuai tema Munas, yaitu “Gerakan Pramuka Wadah Utama Pembentukan Kader Pemimpin Bangsa.”

“Kami ingin menjadikan forum ini sebagai fondasi yang kuat untuk membentuk calon-calon pemimpin bangsa yang kredibel, berkarakter, dan berkualitas. Sebab, syarat utama sebuah negara itu bisa maju adalah mempunyai warga negara yang bermental baik dan berkualitas. Untuk mewujudkan itu tidak bisa dalam satu hari. Harus melalui pendidikan sejak dini, dan itu melalui Gerakan Pramuka,” ujar Kak Adhyaksa Dault.

“Kita semua adalah keluarga besar Pramuka. Persatuan dan kekeluargaan Pramuka adalah yang nomor satu. Mari kita jaga suasana kekeluargaan selama Munas, dan jangan terpengaruh oleh provokasi atau opini dari luar yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya. (MSA/AK)

Tinggalkan Komentar