Share This Post

Penataan Organisasi dan SDM

Kemajuan Teknologi, Tantangan Pembina Pramuka di Era Digital

Kemajuan Teknologi, Tantangan Pembina Pramuka di Era Digital

PADANG – Tantangan baru terus bermunculan seiring kian pesatnya perkembangan teknologi. Di antaranya adalah perubahan perilaku generasi muda yang dalam kesehariannya tak lepas dari teknologi. Perubahan itu telah tampak di depan mata.

“Kemajuan teknologi akan mengubah perilaku dan akan tumbuh budaya baru, kebiasaan-kebiasaan baru. Pramuka harus adaptif dengan kemajuan teknologi dan dapat menggunakannya dengan baik, karena teknologi adalah alat yang diciptakan manusia untuk membantu dan memudahkan kehidupan manusia,” ujar Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Susi Yuliati.

Kak Susi menyampaikan hal itu saat menjadi narasumber pada kegiatan Pembina Pramuka bertopik “Pembinaan Karakter Pramuka di Era Digital”, Selasa (7/11). Kegiatan itu dalam rangka Festival Swarnadwipa Tahunan (FIESTA) Universitas Andalas Tahun 2017 yang diselenggarakan Racana Putra dan Racana Putri Gugus Depan Padang 06.067-06.068, di Bumi Perkemahan Pramuka Universitas Andalas Limau Manih, Padang tanggal 6-11 November 2017.

“Era digital akan banyak mengubah pola kehidupan serba online, literasi digital, e-commerce, serba gadget. Tetapi, seorang Pramuka adalah cinta alam, tetaplah pula hidup dan belajar kehidupan dari alam terbuka,” lanjut Kak Susi.

Kendati demikian, ia meminta Pramuka agar terus mengembangkan kemampuan mengakses internet, mewujudkan internet sehat, membangun etika dalam pergaulan di internet, interaksi budaya digital, serta pola hidup sehat dengan manajemen gadget.

Foto: Dok. Humas Kwarnas

Hal demikian menjadi tantangan tersendiri bagi para Pembina Pramuka di era digital ini. “Tantangan pembina sekarang ini adalah bagaimana melabuhkan nilai-nilai Satya dan Darma Pramuka, serta mempersiapkan generasi Z dan generasi Alfa sebagai pemimpin masa depan,” harap Wakil Ketua Kwarnas Bidang Pembinaan Anggota Dewasa ini.

Kak Susi juga menjelaskan perbedaan karakter setiap generasi. “Hal ini perlu dijelaskan agar pembina dapat memahami adanya karakter generasi yang dibentuk oleh revolusi teknologi manusia,” tandasnya.

Menurut Kak Susi, ada lima generasi dengan perbedaan karakter masing-masing, yaitu sebagai berikut:

1. Generasi Baby Boomers, lahir sebelum tahun 1960-an. Karakternya kuat, memegang teguh prinsip dan adat istiadat yang dianut, pola pikir konservatif, mempertahankan kebiasaan dan nilai tradisi yang berlaku, lebih berani mengambil keputusan dan risikonya sudah diperhitungkan dengan matang.

2. Generasi X, lahir antara tahun 1963-1980. Generasi ini masih dipengaruhi generasi sebelumnya, Generasi Baby Boomers. Mereka berani mengambil keputusan dan risiko yang didasari pola pikir generasi sebelumnya, dipadukan dengan memerhatikan perkembangan realita. Mereka generasi transisi, karena tahun 60-89-an merupakan masa peralihan perkembangan teknologi, dari teknologi kuno ke teknologi modern.

3. Generasi Y, lahir antara tahun 1980-1994. Generasi ini hidup di era serba komputer: ada video games, mengenal internet, serta mudah mengakses internet untuk mendapatkan ilmu. Pola pikir dan karakternya penuh ide, visioner, dan inovatif.

4. Generasi Z, lahir antara tahun 1994-2009. Generasi ini tidak mengenal awal-mula kemajuan teknologi. Mereka sudah melek teknologi, tidak ada gap, dan tidak paham bahwa segala sesuatu membutuhkan proses.

5. Generasi Alfa, lahir antara tahun 2009-sekarang. Generasi ini dimanjakan kemajuan teknologi, malas menggunakan kemampuan analisa, mudah putus asa, dan melakukan sesuatu tanpa pertimbangan matang. (MSA/AK)

Tinggalkan Komentar