Share This Post

Wisata

Ketika Keindahan Bali Mempesona Pimpinan Pramuka Se-Asia Pasifik

Ketika Keindahan Bali Mempesona Pimpinan Pramuka Se-Asia Pasifik

Denpasar – Tak salah jika Bali disebut sebagai destinasi utama pariwisata Indonesia. Sekitar 150 peserta dari 30 delegasi Pertemuan Pimpinan Pramuka se-Asia Pasifik ke-9 (the 9th Asia-Pacific Regional Scout Leaders Summit) 2017 mengaku terpesona dengan keindahan alam Pulau Dewata ini.

Pimpinan Pramuka Asia Pasifik bertemu Pramuka Bali

Foto: Kak Haeruddin

Kak Elena Cabezas Alcala, delegasi tamu dari Spanyol, adalah salah satunya. Ia mengaku senang bisa ikut kegiatan ini sekaligus menikmati panorama alam Bali yang mendunia itu. “Ini moment yang sangat langka,” katanya (23/4).

Sejak kecil Kak Elena mengaku hidup di kota. Jadi terbiasa dengan kebisingan dan gedung-gedung yang tinggi. Makanya ketika educational tour dan diajak ke Jatiluwih dan Tanah Lot, matanya pun berbinar penuh antusiasme.

Jatiluwih adalah desa wisata yang terkenal dengan sawah berundak dan tarian okokannya yang sangat sakral. Berjarak 54 km dari Denpasar, pemandangan indah sawah terasering ini bahkan telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Sedangkan Tanah Lot adalah dua pura di atas batu besar di pinggir pantai yang paling banyak dijadikan ikon di Bali. Tanpa datang ke Tanah Lot yang indah ini kita bisa dianggap belum datang ke Bali.

Diiringi dengan makan siang dan foto bersama, educational tour diakhiri dengan menikmati penampilan Tari Kecak Bali di sebuah restoran. “Fantastis, lucu dan berkesan. Tempatnya juga indah,” ujar Gholin Tshering, Pimpinan Pramuka asal Bhutan. Narator tari kecak memang kocak dengan bahasa Inggris dan Jepangnya.

Selain pergi ke tempat wisata, peserta juga diajak untuk mengunjungi Bumi Perkemahan Margarana, Tabanan, Bali. Rombongan diantar langsung oleh Ketua Kwarda Bali, Kak Ketut Wija, dan disambut ratusan Pramuka. Seluruh rombongan, termasuk beberapa petinggi APR Scout Leaders Summit, seperti Kak Paul Parkinson, Kak JR Panggilinan, dan Ketua Komite Kepramukaan Dunia, Kak Joao Armando, tampak antusias bertemu dengan anak-anak Pramuka Bali yang aktif menampilkan kebolehan keterampilan kepramukaannya.

“Kita juga meminta kepada setiap delegasi untuk menanam pohon Bumi Perkemahan Margarana. Ini untuk menjaga keseimbangan alam Bali, karena pohon adalah bagian dari mahkluk Tuhan perlu dijaga dan dirawat,” ujar Ketua Kwarda Bali, Kak Ketut Wija. (HA/ Tim Siber Kwarnas Gerakan Pramuka)

Tinggalkan Komentar