Share This Post

Pramuka Peduli

Kondisi Rohingya Masih Memprihatinkan, Relawan Pramuka Kembali ke Myanmar

Kondisi Rohingya Masih Memprihatinkan, Relawan Pramuka Kembali ke Myanmar

JAKARTA – Sejak tragedi kemanusiaan menimpa Etnis Rohingya, Myanmar beberapa bulan lalu, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka tidak berhenti melakukan misi kemanusiaan untuk membantu mereka. Terakhir, pada akhir Oktober lalu, Kwarnas Gerakan Pramuka melalui Andalan Nasionalnya urusan Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana, Eko Sulistio, melakukan aksi kemanusiaan di perbatasan Myanmar dan Bangladesh. Kak Eko berada di sana sekitar dua minggu untuk membantu pengungsi Rohingya yang kelaparan.

“Tanggal 27 Oktober kemarin eksodus besar-besaran pengungsi Rohingya masih terlihat di berbatasan Myanmar dan Bangladesh. Mereka bertahan meski tidak ada tempat tidur dan makanan yang cukup,” ujar Kak Eko saat dihubungi, Rabu (8/11).

Menurutnya, kondisi etnis Rohingya di Bangladesh memang masih memprihatinkan. Namun, ia rencananya akan bertolak ke Myanmar di Rakhine State, yakni tempat di mana jutaan etnis Rohingya tinggal dan bertahan hidup di sana. Ada beberapa alasan mengapa Kak Eko kembali ke Myanmar.

“Memang banyak yang mengungsi ke Bangladesh, tapi yang bertahan di sana juga masih banyak. Jumlahnya hampir sama. Kondisi di sana sebenarnya lebih tidak aman dan membahayakan,” terangnya.

Selain itu, pasca konflik itu pecah, semua relawan dari berbagai negara dunia tertuju ke Bangladesh. Sebab etnis Rohingya menjadikan Bangladesh sebagai tempat pelarian. Sementara di Rakhine State, Kak Eko, relawannya sangat sedikit. Penyebabnya lanjut dia, adalah faktor keamanan.

“Semenjak konflik itu, di Rakhine State tidak ada yang bantu. Relawan dari negara-negara asing pada tertuju ke Bangladesh. Jadi saya harus ke sana dari Gerakan Pramuka mewakili Indonesia,” jelasnya.

Eko akan berada di Myanmar kurang lebih satu minggu. Seperti halnya di Bangladesh, bantuan yang diberikan untuk etnis Rohingya adalah sembako berupa beras, gula, minyak, gandum, roti, mie instan, coklat, sarden, air bersih dan juga perlengkapan mandi serta baju. (HA/AK)

Tinggalkan Komentar