Share This Post

Rebranding Pramuka

Konferensi Pers Kwarnas Gerakan Pramuka Dalam Rangka Perkemahan Pramuka Putri Tingkat Nasional (Perkempinas) III di Bumi Perkemahan Pantai Manggar, Balikpapan, Kalimantan Timur Pada 19-24 November 2017

Konferensi Pers Kwarnas Gerakan Pramuka Dalam Rangka Perkemahan Pramuka Putri Tingkat Nasional (Perkempinas) III di Bumi Perkemahan Pantai Manggar, Balikpapan, Kalimantan Timur Pada 19-24 November 2017

Minggu, 19 November 2017, di Pendopo, Bumi Perkemahan Pantai Manggar, Balikpapan, Kalimantan Timur

Salam Pramuka. Sebelumnya, kami haturkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas kehadiran Kakak-kakak jurnalis dalam konferensi pers ini. Berikut kami sampaikan beberapa hal terkait Perkemahan Pramuka Putri Tingkat Nasional, yang selanjutnya disingkat Perkempinas.

SIAPA SAJA PESERTANYA?

Kegiatan tingkat nasional ini diikuti 1.550 Pramuka Penegak dan Pandega (usia 17-24 tahun) putri dari 34 provinsi di Indonesia. Mereka adalah Pramuka-pramuka aktif di Gugus Depan masing-masing.

“Gerakan Pramuka dengan berbagai kegiatan luar ruangan terus memperkuat NKRI. Saya optimis dan percaya, perkemahan adalah metode paling efektif untuk menyatukan anak-anak muda. Di bumi perkemahan ini segala perbedaan menjadi kekuatan, di bumi perkemahanlah anak-anak belajar tentang Indonesia dengan segala kebinekaanya. Pramuka adalah perekat NKRI melalui kegiatan-kegiatan luar ruangan yang menyenangkan,” ucap Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault dalam Konferensi Pers Perkempinas 2017 di lokasi, Minggu (19/11).

Kak Adhyaksa Dault mengatakan, Pramuka seluruh Indonesia mengapresiasi berbagai upaya yang tanpa kenal lelah dilakukan oleh TNI dan POLRI untuk membebaskan 1.300 warga Desa Banti dan Desa Kimbely, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. “NKRI ini nikmat tiada tara, tidak asyik, tidak lengkap sebuah acara nasional tanpa kehadiran salah satu dari provinsi di NKRI, termasuk Papua. NKRI wajib kita wariskan utuh kepada generasi penerus,” ungkapnya.

Adhyaksa melanjutkan, semua kegiatan di Gerakan Pramuka dilakukan dengan persiapan panjang, kepanitiaannya pun dari anggota Gerakan Pramuka sendiri tanpa event organizer (EO). Semua aspek dipikirkan, seperti cuaca, air bersih, tempat ibadah, dan lain-lain, termasuk dalam kegiatan Perkempinas ini.

“Kekuatan dan kelebihan dari kegiatan luar ruangan adalah apa yang mereka lihat, rasakan, lakukan selama di alam bebas menjadi ilmu bagi mereka. Selain itu, interaksi dan partisipasi mereka juga meningkat, lebih dari itu mereka punya solidaritas dan kepekaan sosial,” ungkap Kak Adhyaksa.

MENGAPA ADA PERKEMAHAN KHUSUS PUTRI?

Setidaknya ada beberapa alasan mengapa perkemahan khusus putri ini diadakan oleh Kwarnas Gerakan Pramuka. Di antaranya, untuk mendongkrak pemberdayaan sumber daya manusia Pramuka putri.

Perkemahan di Gerakan Pramuka biasanya diadakan bersama. Hanya, kamp perkemahan putra dan putri dipisah. Menurut Wakil Ketua Kwarnas Bidang Pembinaan Anggota Dewasa Susi Yulianti, perempuan memiliki karakter yang khas, berbeda dengan kaum Adam. Karena itu, melalui kemah ini, peserta akan diajarkan banyak hal berkaitan dengan aspek-aspek yang menyangkut kewanitaan. Misalnya, keterampilan memasak, keterampilan kecantikan, desain, dan juga kepemimpinan perempuan.

Foto: Dok. Humas Kwarnas

“Kami ingin mengembangkan ciri khas Pramuka putri. Idealnya sosok Pramuka putri itu anggun, kreatif, terampil, berwawasan luas, mandiri, tangguh, berpikir cemerlang, peduli, dan penuh kasih sayang. Proses pembinaan dan pengembangan karakter di Gugus Depan sangat menentukan capaian ini,” jelasnya.

HENTIKAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault menilai, erkemahan putri ini sangatlah relevan untuk menemukan solusi terkait persoalan-persoalam perempuan. Ia juga menyoroti angka kekerasan terhadap perempuan terus mengalami peningkatan. Karena itu, Menpora Periode 2004-2009 ini mengajak semua pihak untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan.

Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyebutkan, jumlah kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak selama kurun waktu lima tahun terakhir sejak 2012 meningkat dari 18.718 menjadi 54.041 kasus pada Juni 2017. Angka ini menunjukkan perempuan dan anak menjadi kelompok paling rentan kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi.

“Adik-adik yang kelak menjadi calon ibu bagi anak-anaknya sendiri dan anak-anak Indonesia dapat belajar dari para narasumber yang hadir dalam berbagai acara selama perkemahan berlangsung,” jelasnya.

Melalui Perkempinas ini, Adhyaksa mengatakan bahwa Kwarnas ingin memberikan gambaran dan wawasan yang luas tentang berbagai macam peran yang bisa dilakukan perempuan untuk ikut membangun bangsa.

“Peran Pramuka putri tidak hanya ke internal, seperti menjadi putri, istri, dan ibu bagi anak-anaknya sendiri, melainkan ia juga sebagai ibu dari anak-anak Indonesia. Makanya, Pramuka putri sangat strategis dalam pembangunan bangsa Indonesia,” ungkapnya.

PERBEDAAN PERKEMPINAS 2017 DIBANDING SEBELUMNYA

Dibanding edisi sebelumnya, Perkempinas kali ini dirasa berbeda. Jika sebelumnya lebih menekankan pada kebudayaan, Perkempinas kali ini lebih menekankan kepada keterampilan.

“Perkempinas kali ini berbeda dengan sebelumnya. Kali ini ada warna lain. Jika sebelumnya lebih banyak mengenal budaya, tapi sekarang kita ingin menunjukkan kemampuan Pramuka putri dengan keterampilan-keterampilan yang membawa manfaat bagi kehidupan mereka,” ucap Susi Yuliati, Wakil Ketua Kwarnas.

Ketua Panitia Pelaksana Perkempinas 2017, Sinta Ayu Lestari menegaskan, panitia akan memberikan porsi waktu lebih banyak untuk kegiatan yang meningkatkan keterampilan Pramuka Putri dibanding kegiatan lainnya.

“Lalu, nanti ada kegiatan baktinya. Kegiatan bakti itu mereka nanti bekerjasama dengan ibu PKK sekitar, mendirikan Posyandu, Posdaya, menanam tanaman yang bermanfaat atau tanaman tabulampot atau sejenisnya, yang nanti akan disediakan pemerintah di sana juga. Terus, kegiatan umum, upacara pembukaan, pentas seni, upacara buka tutup adat Bhinneka Tunggal Ika, dan lain-lain,” paparnya.

Di samping itu, juga digelar agenda temu tokoh inspiratif. Ada banyak tokoh yang akan hadir, di antaranya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambies, Putri Indonesia 2015 Anindya Kusuma Putri, dan lain-lain. “Semua giat wawasan itu muaranya ke tema besar kita, yaitu Pramuka Putri Memimpin Negeri,” pungkasnya.

KEGIATAN PERKEMPINAS 2017

Perkempinas kali ini dibagi menjadi delapan kelompok, yaitu sebagai berikut:

1. Kegiatan Umum & Persaudaraan
a. Ibadah Keagamaan
b. Upacara Adat Bhinneka Tunggal Ika
c. Upacara Pembukaan
d. Apel Pagi
e. Apel Sore
f. Giat Waktu Luang
g. Pembersihan Kelurahan di Buper dan Bersih Pantai
h. Olahraga
i. Korve Tenda
j. Malam Bhinneka Tunggal Ika
k. Upacara Penutupan

2. Kegiatan Khusus
a. Malam Selamat Datang Pinkon dan Bindamping
b. Wisata Pinkon dan Bindamping
c. Kegiatan Pimpinan Kontingen Daerah dan Bindamping
d. Rapat Pinkon
e. Rapat Bindamping

3. Global Development Village & Science
a. Zona Kewirausahaan
b. Zona Komunitas
c. Zona Teknologi dan Informasi
d. Zona Sejarah
e. Zona Kecantikan
f. Zona Kesehatan
g. Zona Kepemimpinan Putri
h. Zona Kebudayaan

4. Tur Edukasi
a. Budaya
b. Keterampilan
c. Teknologi
d. Wawasan
e. Adventure land

5. Keterampilan Putri
a. Keterampilan E-commerce
b. Keterampilan Kecantikan
c. Keterampilan Memasak
d. Keterampilan Daur Ulang
e. Keterampilan Desain
f. Keterampilan Pembentukan Karakter Anak

6. Kegiatan Bakti
a. Bakti Pembuatan Tabulapot
b. Sosialisasi
c. Penanaman Pohon

7. Seni dan Budaya
a. Pentas Seni Daerah
b. Variety Show

8. Festival Perkempinas 2017
a. Karnaval Nusantara
b. Masak Besar
c. Kuliner Nusantara
Narahubung:
Kak M. Samsul Arifin (085201459950)
Kak Robby Zulpandi (085373407529)
Kak Albar (081315458291).

Tinggalkan Komentar