Share This Post

Wisata

Masak Sendiri, Pramuka 33 Provinsi Ikuti Lomba Kuliner Nusantara

Masak Sendiri, Pramuka 33 Provinsi Ikuti Lomba Kuliner Nusantara

JAKARTA – Di akhir kegiatan Lomba Tingkat Lima (LT-V) Gerakan Pramuka, pada Sabtu 28 Oktober 2017, 528 peserta dari 33 provinsi berlomba menyajikan masakan khas daerah masing-masing. Kegiatan ini dimulai pukul 13.30 WIB – 16.00 di Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur, Jakarta.

Peserta dibagi menjadi dua, putra dan putri. Peserta Putri menggelar masakannya di Lapangan Kemah Putri (Kempi), sementara peserta putra di Lapangan Kemah Putra (Kemah). Tampak para juri berkeliling ke stan-stan peserta dan mengicipi satu persatu masakan, salah satunya Aktris dan Atlet Wushu Kak Olivia Zalianty.

Kegiatan ini menarik karena semua kuliner tersebut dimasak oleh peserta lomba yang masih berusia usia 11-15 tahun. Di samping itu, jarang ada perlombaan yang menyajikan masakan dari 33 provinsi. Bahkan, dalam lomba ini masing-masing kontingen bisa membuat lebih dari satu masakan.

“Masakannya enak-enak. Hebat sekali anak-anak ini, masih kecil-kecil tapi sudah pada jago masak, namun yang terpenting adalah mereka semangat. kreatiVitas, pengalaman dan kebersamaan selama ini Lomba Tingkat Lima ini akan menjadi modal sosial mereka,” ungkap Kak Olivia Zalianty di Lokasi lomba, Sabtu (28/10).

Andalan Nasional Gerakan Pramuka Urusan Pembinaan Usia Muda Kak Rio Ashadi mengungkapkan, lomba festival kuliner ini selain menguji kepiawaian anak-anak dalam menyajikan masakan khas daerahnya, juga merupakan bagian dari promosi kekayaan Indonesia.

“Kegiatan ini sebagai upaya Gerakan Pramuka untuk meningkatkan cinta dan supaya peserta tahu kekayaan khazanah budaya bangsa. Bukan hanya destinasi, tapi kuliner lokal juga dipromosikan,” ungkapnya.

Dalam kegiatan yang digelar di Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur ini setiap regu diminta merencanakan jenis kudapan, bahan dan perlengkapan yang dibutuhkan. Setelah masakan itu matang, mereka akan menjelaskan jenis makan dan resepnya dalam bentuk tulisan. Waktu yang dibutuhkan adalah 60 menit.

“Proses kerja sama itu sangat penting dalam perlombaan ini, yakni bagaimana mereka bisa menyajikan masakan lezat dengan bumbu-bumbu tradisional,” ujarnya.

Lomba kuliner ini cukup besar, karena masing-masing regu akan menyajikan 50 porsi. Adapun sistem penilaianya diukur dari kesiapan regu, kekompakan, kesiapan bahan, peralatan, efektivitas penggunaan bahan, rasa, dan cara penyajian.

“Rasa masakan, yaitu penilaian terkait hasil masakan dalam rasa yang seimbang dan sesuai dengan makanan yang dihasilkan,” tegas Kak Rio.

Berlian (14 tahun), peserta asal kontingen Papua Barat mengungkapkan, regunya menyajikan buah keladi yang dikombinasikan dengan gula merah dan daging.

“Keladi ini makanan khas Papua. Kami kombinasikan dengan gula merah dan daging supaya lebih lezat dan tampilannya lebih menarik,” ungkapnya.

Selain masakannya sendiri, Berlian mengaku juga mencicipi kuliner-kuliner dari kontingen daerah lain. “Saya su (sudah) keliling semua, Kakak. Su cobain satu per satu,” katanya dengan logat khas Papua.

LT-V Gerakan Pramuka diselenggarakan pada 22-28 Oktober 2017 di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur. Kegiatan ini dibuka pada Senin pagi, 23 Oktober 2017 oleh Kak Adhyaksa Dault, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka.

Sebagai informasi, LT-V adalah kegiatan yang sangat dinantikan dan prestisius, karena seleksi peserta yang sangat ketat. Regu yang bisa mengikuti Lomba Tingkat Lima (LT-V) adalah Regu yang menjuarai empat Lomba Tingkat (LT) sebelumnya, yaitu LT-I (tingkat Gugus Depan), LT-II (tingkat Kecamatan), LT-III (tingkat Kota/Kabupaten), dan LT-IV (tingkat Provinsi). Jadi, LT-V adalah pertemuan regu penggalang terbaik di Indonesia. Ibarat pertandingan sepakbola, LT-V adalah ‘Piala Dunianya’ Pramuka. (MSA/AK)

Tinggalkan Komentar