Share This Post

Rebranding Pramuka

Menulis di Pramukapos.com Itu Keren

Menulis di Pramukapos.com Itu Keren

SEMUA kini menuju era baru, era digital. Tak ada yang bisa mencegatnya. Everything is digital. Di era ini, hampir semua orang di muka bumi mengetahui dan pernah berselancar di dunia maya. Baik sekadar mencari informasi, share konten, dsb.

Tak heran, data pengguna internet menggambarkan kurva naik. Data We Are Social tahun 2016 menjelaskan, dengan penduduk 259 juta jiwa, terdapat sekitar 88,1 juta pengguna internet atau sekitar 30 persen di tanah air. Data ini menandakan pengguna internet aktif meningkat dari 15 persen dibanding Januari 2015 silam.

Praktis, kita dipenuhi dengan lautan informasi. Betapa tidak, pengguna sebanyak itu memiliki kesempatan yang sama. Mereka bisa sebagai produsen maupun penikmat konten.

Sayangnya, sebagian dari mereka malah membuat dan menyebarkan berita hoax (berita palsu) dan fitnah belaka. Menteri Kominfo Rudiantara menjelaskan, ada sebanyak 800 ribu situs di Indonesia yang terindikasi sebagai penyebar berita palsu dan ujaran kebencian (cnnindonesia.com, 29/12/2016).

Terhadap maraknya berita hoax, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Kak Adhyaksa Dault menyayangkannya. Menurutnya, penyebaran berita hoax sangat berbahaya, karena bisa menimbulkan rasa benci dan sakit hati.

Bagaimana tanggapan kakak-kakak kalau jadi korban berita hoax? Tentulah ada rasa marah. Sehingga ajakan Ka Kwarnas untuk memakai media sosial yang kita punya untuk menyebarkan berita-berita baik, untuk membangun bangsa ini ke depan, begitu tepat.

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengajak masyarakat secara umum dan kakak-kakak Pramuka untuk menulis di website pramukapos.com. Website ini kontennya dari anggota Pramuka dan masyarakat.

Lewat website ini, kakak-kakak bisa saling berkenalan, bertukar informasi, dan menyalurkan hobi menulis. Lebih dari itu, kakak-kakak juga bisa memberikan saran dan ide untuk kemajuan Gerakan Pramuka.

Design: Tsabit

Dahulu, kita yang diasupi informasi. Namun sekarang, kita lah produsen dari pusparagam informasi tersebut. Perubahan era otomatis membuat kita juga berubah, dari konsumen (penikmat) menjadi produsen.

Setiap Pramuka adalah Kantor Berita. Pramukapos.com memfasilitasi kakak-kakak untuk menuangkan beragam karya, seperti tulisan, foto, video, dsb. Untuk memposting karya-karya kakak, bisa dilakukan secara mandiri. Adapun caranya, telah dijelaskan lewat tulisan sebelumnya (Begini Cara Buat Akun di Pramukapos.com).

Sastrawan Pramoedya Ananta Toer pernah mengatakan, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama tidak menulis (berkarya), ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Kalau sudah begitu, keren bukan menulis di pramukapos.com. Salam karya.

Tinggalkan Komentar