Share This Post

Budaya

Pentaskan Debus, Pramuka Saka Bahari Banten Pukau Masyarakat Padang

Pentaskan Debus, Pramuka Saka Bahari Banten Pukau Masyarakat Padang

PADANG – Sembilan Pramuka Saka Bahari Banten putra dan putri melakukan atraksi kesenian Debus pada acara Pentas Seni (Pensi) Pelayaran Lingkar Nusantara (Pelantara) VII Sail Sabang 2017 di Pantai Muaro Lasak, Padang, Sumatera Barat, Jumat (8/12) malam. Penampilan yang memukau masyarakat Padang ini menampilkan berbagai atraksi seperti, kebal senjata tajam, bakar diri, makan beling dan bara api, membengkokkan besi dengan leher, menancapkan paku dengan palu di bagian perut.

Juru Adat Saka Bahari Banten Kak Supandi mengatakan, Debus merupakan kesenian bela diri asli Banten dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan unsur mistis (gaib). Menurutnya, kesenian Debus dulunya dipergunakan sebagai media pembangkit semangat para pejuang untuk melawan penjajahan Belanda. Kesenian ini berawal pada masa pemerintahan Maulana Hasanuddin dari Banten pada abad ke-16 M (1532-1570).

“Ini kesenian khas Banten yang harus dilestarikan dan diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia khususnya, Kota Padang,” ucapnya bangga saat di wawancarai di lokasi.

Sangga Kerja Pelantara VII Kak Ari Yanto asal Banten mengatakan, pertunjukan kesenian asli Banten ini bukan untuk ajang pamer kesombongan, namun semata-mata untuk mengapresiasi jasa para leluhur Banten yang sudah berjuang di masa silam.

Pramuka Saka Bahari Banten saat melakukan atraksi kesenian Debus pada acara Pentas Seni (Pensi) Pelantara VII Sail Sabang 2017 di Pantai Muaro Lasak, Padang | Foto: Dok. Humas Kwarnas

Pramuka Saka Bahari Banten saat melakukan atraksi kesenian Debus pada acara Pentas Seni (Pensi) Pelantara VII Sail Sabang 2017 di Pantai Muaro Lasak, Padang | Foto: Dok. Humas Kwarnas

Pramuka Saka Bahari Banten saat melakukan atraksi kesenian Debus pada acara Pentas Seni (Pensi) Pelantara VII Sail Sabang 2017 di Pantai Muaro Lasak, Padang | Foto: Dok. Humas Kwarnas

Pramuka Saka Bahari Banten saat melakukan atraksi kesenian Debus pada acara Pentas Seni (Pensi) Pelantara VII Sail Sabang 2017 di Pantai Muaro Lasak, Padang | Foto: Dok. Humas Kwarnas

Pramuka Saka Bahari Banten saat melakukan atraksi kesenian Debus pada acara Pentas Seni (Pensi) Pelantara VII Sail Sabang 2017 di Pantai Muaro Lasak, Padang | Foto: Dok. Humas Kwarnas

Pramuka Saka Bahari Banten saat melakukan atraksi kesenian Debus pada acara Pentas Seni (Pensi) Pelantara VII Sail Sabang 2017 di Pantai Muaro Lasak, Padang | Foto: Dok. Humas Kwarnas

Pramuka Saka Bahari Banten saat melakukan atraksi kesenian Debus pada acara Pentas Seni (Pensi) Pelantara VII Sail Sabang 2017 di Pantai Muaro Lasak, Padang | Foto: Dok. Humas Kwarnas

“Aksi Debus ini menunjukkan kepada kita bahwa setiap manusia mempunyai kekuatan dari dalam dirinya yang bisa digali secara maksimal dan bisa digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat,” ucapnya.

Kegiatan Pentas Seni Pelantara VII ini dihadiri Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, Wadan Lantamal II Padang Kolonel Marinir Lasmono, Dansatgas Pelantara VII Letkol Laut (P) Sukrisno, Kadispotmar Lantamal II Letkol Laut (PM) Dodi, Perwakilan Direktur Jasa Raharja, Forkopimda Padang, para Staf CSR, para pejabat jajaran Padang, para pejabat jajaran Lantamal II Padang, para pejabat Satgas Pelantara VII dan Bakti Bela Negara Sail Sabang 2017.

Pelantara VII Sail Sabang 2017 sendiri diikuti 774 peserta, terdiri atas 416 Pramuka Saka Bahari, 258 Bakti Bela Negara Kemhan RI, dan 100 ABK KRI Banda Aceh-593. (NH/AK)

Tinggalkan Komentar