Share This Post

Rebranding Pramuka

Pertama di Indonesia, Seminar Nasional; Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita

Pertama di Indonesia, Seminar Nasional; Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita

BENGKULU, PRAMUKAPOS.COM – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Universitas Bengkulu menggelar Seminar Nasional dengan tema: Media Baru: Setiap Pramuka adalah Kantor Berita”, di Aula FKIP Universitas Bengkulu, Kota Bengkulu, pada Jumat (12/05). Ini adalah seminar pertama di Indonesia yang diadakan di Kampus dengan tema; setiap Pramuka adalah kantor berita.

Hadir sebagai narasumber: Kak Hariqo Wibawa Satria, Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Delvan Eko Putra, Dosen Komunikasi FISIP UNIB, Juanda, Dirut Medsos UNIB Kita.

Dalam presentasinya, Kak Hariqo menjelaskan, ada tiga indikator sukses sebuah kegiatan, yaitu; partisipasi, pengorganisasian dan publikasi, kegiatan Pramuka selalu sukses dalam partisipasi dan pengorganisasian, namun sering belum sukses dalam publikasi, di era digital dimana setiap Pramuka memiliki media sosial, maka harus diberdayakan anggota Pramuka untuk mempublikasikan kegiatan Pramuka di media sosialnya masing, inilah latar belakang Kwarnas Gerakan Pramuka melahirkan semboyan “setiap Pramuka adalah Kantor Berita”.

Kak Hariqo Wibawa Satria, Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka ( Foto: Dok. Humas Kwarnas)

Kak Hariqo Wibawa Satria, Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka ( Foto: Dok. Humas Kwarnas)

“Setiap Pramuka adalah kantor berita maksudnya, setiap Pramuka mempunyai kemampuan memberitakan kegiatan Pramuka, produk lokal, pemuda berprestasi, pariwisata, kuliner, budaya, potensi daerah, dan lain-lain di medsos. Intinya mengajak setiap Pramuka menjadi produsen konten, bukan semata penikmat konten. Ini bukan hanya bicara, tapi sudah kongkrit dilakukan, silahkan cek akun Instagram @reporterpramuka dan @gerakanpramuka, banyak video reportase Pramuka disitu”, jelas Kak Hariqo dihadapan 200 peserta Seminar Nasional

Pembicara kedua, Kak Delfan Eko Putra menekankan agar anggota Pramuka paham apa yang boleh dan dilarang diunggah di medsos. “memberitakan itu tidak mudah, karena jika yang diberitakan itu salah, bisa menyesatkan banyak orang, karenanya, untuk diawal jangan utamakan kecepatan, tapi pastikan kebenaran dan manfaatnya”, ungkap Kak Delfan dalam paparanya.

Sedangkan pembicara ketiga,Juanda menyampaikan menjadi Kantor Berita itu mudah, asalkan kita cinta terhadap apa yang ingin kita beritakan. Pramuka di Indonesia ini ada 18 Juta anggotanya, jika kompak setiap acara Pramuka, sesederhana apapun acara itu akan tetap menjadi Trending Topik di Twitter atau Media sosial lainnya. Video singkat kegiatan ini dapat dilihat di: https://www.instagram.com/p/BUHXOX3A_Kv/?taken-by=gerakanpramuka&hl=en

Tinggalkan Komentar