Share This Post

Rebranding Pramuka

Pramuka Harus Aktif Lindungi Anak-anak

Pramuka Harus Aktif Lindungi Anak-anak

BALIKPAPAN, Peserta Perkemahan Putri Tingkat Nasional (Perkempinas) antusias mengikuti sosialisasi program U-Report di Pantai Manggar, Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu 22 November 2017. Mereka diajarkan tentang dunia anak-anak, termasuk mengenai perlindungan terhadap anak.

Hal itu disampaikan Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka Urusan Bina Anggota Dewasa (Binawasa) Kak Mohammad Laiyin. Ia mengatakan, pemuda saat masih banyak yang tidak peduli terhadap kehidupan anak-anak. Padahal anak-anak dinilai sangat rentan menjadi korban kekerasan orang dewasa, terlebih anak perempuan.

“Melalui U-Report ini kita ingin Pramuka menjadi gerakan bersama untuk melindungi anak Indonesia yang rentan menghadapi berbagai  tantangan dan ancaman bagi tumbuh kembang mereka,” ujar Kak Laiyin di lokasi.

Menurutnya anak-anak tetmasuk sasaran strategis yang menjadi incaran kelompok radikal. Gerakan Pramuka dianggap punya peran penting dalam membantu pemerintah menekan angka kekerasan terhadap anak. Lebih dari itu, dengan U-Report ini, kata dia, Pramuka bisa terlibat langsung memberikan laporan apabila menemukan kejahatan terhadap anak.

“Caranya dengan melaporkan melalui sms ke 94567. Laporan itu nantinya akan diproses kembali oleh U-Report dan dilaporkan kepada pihak berwajib. Jadi ini lebih sebagai wadah bagi Pramuka untuk terus peduli tentang nasib keberlangsungan hidup anak-anak Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, anggota tim implementasi kerjasama UNICEF dan Kwarnas Gerakan Pramuka Kak Adnan Mubarak mengungkapkan, sejauh ini sudah ada 4.000 Pramuka yang tergabung dalam Gerakan Perlindungan Anak di U-Report. Mereka kata dia, aktif memberikan laporan tentang dunia anak di lingkungan mereka. Kebanyakan kasus yang sering dilaporkan adalah bullying.

“Kekerasan terhadap anak itu banyak kategorinya, ada kekerasan seksual, kekerasan fisik, dan juga bullying. Data saat ini yang paling banyak dilaporkan Pramuka adalah kasus bullying,” ungkapnya.

Diakui dia, kerja sama ini sangat membantu pemerintah sekaligus memberikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk aktif bersuara memberikan masukan kepada pemerintah atau pemangku kebijakan. Bukan hanya soal anak, tetapi juga tentang persoalan lingkungan dan sosial.

“Selain diminta untuk aktif memberikan laporan, terkadang kami juga memberikan poling tentang isu-isu yang menyangkut anak. Misalnya, kita bertanya kepada mereka apakah tayangan televisi saat ini sudah banyak memberikan manfaat terhadap anak. Kebanyakan mereka menjawab ‘Tidak’. Atau tentang bagaimana cara memerangi hoax,” ungkapnya.

Sebagai informasi, U-Report adalah gerakan yang bertujuan melindungi anak, membudayakan hidup sehat dan mengurangi kasus kekurangan gizi di Indonesia. Untuk itu, U-Report merekrut dan melatih Pramuka dari seluruh Indonesia sebagai U-Reporter. Ini sesuai dengan semboyan Kwarnas Gerakan Pramuka, yaitu “Setiap Pramuka adalah Kantor Berita.”

Gerakan ini diinisiasi oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan UNICEF melalui MoU yang ditandatangani pada tanggal 26 November 2015. Cara berpartisipasinya juga mudah, tinggal ketik PRAMUKA dan kirim SMS ke 94567, serta jawab tiga pertanyaan. Setelah terdaftar, kita diminta aktif menjawab poling yang diinfokan melalui SMS dan semua itu gratis.‎ (HA/AK)

Tinggalkan Komentar