Share This Post

Pramuka Peduli

Pramuka Laporkan Kondisi Terkini Bencana Kelaparan di Somalia

Pramuka Laporkan Kondisi Terkini Bencana Kelaparan di Somalia

JAKARTA, PRAMUKAPOS.COM – Sepekan sudah, Kak Eko Sulistyo, Andalan Nasional Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Bidang Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana (Abdimasgana), berada di Somalia, sejak bertolak dari Jakarta pada tanggal 14 Mei 2016.

Misi kemanusiaan ke Somalia ini merupakan yang ke tujuh kalinya bagi Kak Eko dari rangkaian kegiatan Pramuka Peduli. Namun, meski sudah bolak balik ke negeri Afrika tersebut, kondisi di camp pengungsian hingga saat ini masih sangat memprihatinkan.

“Masih belum banyak mengalami perubahan, semenjak saya melaksanakan misi kemanusiaan yang pertama di tahun 2010. Ini merupakan yang ketujuh. Kondisinya masih sangat memprihatinkan,” kata Kak Eko, saat dihubungi lewat telepon selulernya. Sabtu, (20/5/2017)

“Tenda-tenda di lokasi pengungsian berukuran sangat kecil dan tidak memadai hanya berbahan terpal dan kain bekas. Bahkan ada yang terbuat dari kantong plastik, sampai alas untuk tidur pun juga tidak ada,” terang Kak Eko.

Seperti misi kemanusiaan sebelumnya, tujuan Gerakan Pramuka melaksanakan kegiatan ini adalah dalam rangka membantu korban bencana kelaparan dan kekeringan, serta adanya perang saudara yang terjadi di wilayah Afrika.

“Tujuan utama dari misi ini adalah, untuk membantu korban bencana kelaparan dan kekeringan serta perang saudara,” jelasnya.

Informasi dari Kak Eko, untuk distribusi kebutuhan pokok sudah sampai ke para pengungsi di camp-camp pengungsian. Menurutnya, ini yang paling penting, karena selain kekurangan makanan, kebanyakan anak-anak di pengungsian juga mengalami gizi buruk. Sehingga sangat membutuhkan bahan pangan dan obat-obatan.

“Kita sudah mendistribusikan bahan makanan berupa beras, tepung gandum, gula, minyak gorang, biskuit, susu, air bersih serta obat-obatan. Karena ini yang paling penting,” kata Kak Eko.

Selain tempat tinggal dan kurangnya bahan pangan, sarana dan prasarana yang lain juga belum mengalami perubahan. Seperti tidak adanya listrik dan kebutuhan untuk MCK, serta kekurangan air, karena jatah untuk satu keluarga hanya 5 liter perhari.

“Untuk sarana dan prasarana masih belum memadai, tidak ada listrik dan tempat untuk MCK, serta air bersih juga cuma dapat jatah 5 liter per hari untuk satu keluarga,” pungkasnya.

Foto: Dok. Humas Kwarnas

Foto: Dok. Humas Kwarnas

Sementara itu Kak Adhyaksa Dault, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka menjelaskan, misi kemanusiaan di Somalia juga memperat hubungan dan mengharumkan nama Indonesia di negara-negara Afrika.

“Gerakan Pramuka sangat konsen dalam membantu berbagai bencana dan musibah melalui program Pramuka Peduli. ‎Program ini telah melakukan aksi kemanusiaan di Garut, Pidie Aceh, kekeringan di Gunung Kidul, kecelakaan pesawat, pengaturan lalu lintas serentak di seluruh Indonesia saat hari-hari besar, dan banyak sekali kegiatan kerelawanan di daerah-daerah. Pada level internasional Pramuka telah melakukan aksi serupa di Myanmar, Nepal, dan lain-lain,” jelas Kak Adhyaksa Dault. (Mus/Tim Siber Pramuka)

Tinggalkan Komentar