Share This Post

Rebranding Pramuka

Pramuka Ulas Bahasa Suroboyo-an Lewat Video Kreatif

Pramuka Ulas Bahasa Suroboyo-an Lewat Video Kreatif

SURABAYA, PRAMUKAPOS.COM – Setiap daerah memiliki ciri khas, begitu pun Kota Surabaya dengan bahasanya. Kak Dicky Zafirin Qodriansyah, anggota Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Surabaya, Jawa Timur, mengulas bahasa arek-an atau Suroboyo-an yang menjadi khas kota pahlawan dalam bentuk video.

Video reportase itu setelah diunggah di akun instagram resmi Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka (@GerakanPramuka) sudah ditonton 1.311 warganet. Videonya dapat dilihat di sini https://www.instagram.com/p/BTk0fk1g9Bt/.

“Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia ini memiliki sejumlah ciri khas tersendiri dan menjadi identitas bagi arek-arek Suroboyo. Nah, salah satunya adalah bahasa. Bahasa arek-an atau Suroboyo-an adalah sebuah dialek bahasa Jawa yang digunakan dan berkembang di Surabaya dan sekitarnya,” ujar Kak Dicky dalam videonya.

“Bahasa ini (Suroboyo-an) menjadi ciri khas karena memang sejak kota ini ada bahasa yang digunakan sehari-hari sebagai alat komunikasi oleh masyarakat, yang sekarang ini disebut bahasa arek atau bahasa Suroboyo,” terang Kak Moch. Jalal, SS., M.Hum., Dosen UNAIR, dalam video itu.

Kak Dicky menambahkan, bahasa Suroboyo-an adalah bahasa yang paling kasar. Namun demikian, tuturnya, inilah orisinalitas budaya Kota Surabaya.

Video reportase tersebut adalah aksi nyata dalam membumikan semboyan Kwarnas Gerakan Pramuka dalam periode kepemimpinan Kak Adhyaksa Dault di media sosial, yaitu “setiap Pramuka adalah kantor berita.” Banyak sekali video karya Pramuka menarik lainnya, dan bisa ditonton di instagram dengan mengetik tagar #SetiapPramukaAdalahKantorBerita. (MSA/Tim Siber Pramuka)

Tinggalkan Komentar