Share This Post

Penataan Organisasi dan SDM

Puluhan Pembina Pramuka Ikuti Pelatihan Fasilitator Lingkaran Remaja

Puluhan Pembina Pramuka Ikuti Pelatihan Fasilitator Lingkaran Remaja

JAKARTA – Puluhan pembina Pramuka dari lima kabupaten dan kota di Jabodetabek mengikuti Pelatihan Fasilitator Lingkaran Remaja di Aula Sudirman, Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur pada 17-20 Januari 2018. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka dan UNICEF.

Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Kak Marbawi menjelaskan, selepas mengikuti kegiatan ini para pembina Pramuka diharapkan dapat mengajarkannya kepada kaum remaja. Mereka diharapkan peka terhadap permasalahan sosial dan memberikan solusinya.

“Harapannya, kita punya kader untuk melatih remaja-remaja kita, anak-anak kita, agar mereka punya skil melakukan tindakan-tindakan Pramuka Peduli itu lebih sistematis. Selama ini kan kepedulian-kepedulian itu dari Pramuka. Nah, kalau ada skil-skil baru, teknik-teknik capasity building yang baru, atau monitoring yang baru. Harapannya, kondisi remaja kita lebih baik,” kata Kak Marbawi usai membuka pelatihan tersebut, Rabu (17/1).

Menurut Kak Marbawi, para remaja perlu mempunyai kemampuan pengawasan terhadap permasalahan lingkungan dan sosial. Jika para remaja mempunyai kemampuan seperti itu, hal-hal yang tidak diinginkan bisa dicegah.

Foto: Dok. Humas Kwarnas

Foto: Dok. Humas Kwarnas

Ia berharap, pelatihan ini tidak hanya berhenti di lima kabupaten dan kota ini, melainkan diteruskan di seluruh Indonesia. “Sehingga dia menggelinding terus. Karena infrastruktur kita harus digerakkan oleh berbagai pelatihan dan kegiatan-kegiatan yang tidak melulu cuma kemah dan pendidikan. Sekarang kita gerakkan juga di tengah masyarakat,” paparnya.

Sementara itu, Bidang Pengembangan Remaja UNICEF Indonesia, Kak Chizuru menyambut baik pelatihan dan kerja sama dengan Kwarnas Gerakan Pramuka ini. Kerja sama keduanya telah terjalin sejak 2016 lalu dalam berbagai tema seperti anak, water air, komunikasi melalui U-Report, dan lain-lain. Kemudian, tahun 2017, UNICEF fokus pada pengembangan remaja.

“Untuk pelatihan ini kami akan menggunakan remaja dan Community Digital Story Telling (CTSD). Kami berharap remaja Pramuka dapat menelusuri permasalahan remaja dan mereka dapat memberikan solusi yg disampaikan kepada pemerintah,” ucapnya saat memberikan sambutan.

Pelatihan ini diikuti sebanyak 25 orang dari lima kabupaten dan kota,yaitu Depok, Tangerang Selatan, Bogor, Bekasi dan Kota Bogor. (MSA/AK)

Tinggalkan Komentar