Share This Post

Media Sosial / Penataan Organisasi dan SDM

Resmi Dibentuk, Tim Siber Kwarda Sumatera Barat Ingin Wujudkan Internet Sehat

Resmi Dibentuk, Tim Siber Kwarda Sumatera Barat Ingin Wujudkan Internet Sehat

PADANG – Tim Siber Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sumatera Barat akhirnya resmi terbentuk. Tim ini diresmikan oleh Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault dan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumatera Barat Kak Nasrul Abit di Kantor Kwarda, Kamis (1/2/2018) malam.

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Kak Adhyaksa Dault mengatakan, setiap Pramuka adalah kantor berita. Kantor berita yang dimaksud adalah kantor berita positif. Dia berpesan agar Tim ini menjadi pelopor internet sehat.

“Anggota Pramuka harus lebih aktif dan produktif suarakan menolak berita palsu. Apalagi sekarang kita tidak bisa tidak main HP. Kalau kita tidak menguasai informasi, habis kita,” ujar Kak Adhyaksa Dault dalam sambutannya di lokasi.

Menurut Kak Adhyaksa, generasi muda sekarang adalah generasi milenial. Mereka sudah merasa sebagai citizen journalist, paling tidak melalui media sosialnya. Jika menghadapi masalah, mereka mengadukan dengan cara menuliskannya di media sosial, bukan kepada orang tuanya.

“Selamat pada Kwarda Sumatera Barat, Tim Siber-nya sudah terbentuk. Semoga Kwarda lain segera juga membentuk Tim Siber. Semakin banyak Kwarda yang membentuk Tim Siber, semakin besar pula internet sehat,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumatera Barat Kak Nasrul Abit mengatakan, Kwarda yang dipimpinnya selalu melakukan berbagai perubahan dan inovasi. Kali ini, pihaknya tidak mau ketinggalan dengan teknologi dan informasi yang perkembangannya begitu pesat.

“Tim Siber yang kita buat yang positif untuk pengembangan Pramuka, termasuk untuk mencerdaskan generasi muda. Mari kita manfaatkan teknologi dan siber dalam hal-hal positif,” paparnya

Menurutnya, internet seperti dua sisi mata uang. Positif dan negatif. Jika dibuat untuk kebaikan, internet jadi posif dan sehat. Pun demikian jika sebaliknya.

Di tempat terpisah, Humas Kwarda Gerakan Pramuka Sumatera Barat Kak Wahyudi Agus mengatakan, selain dampak positif, pesatnya kemajuan teknologi informatika, utamanya media sosial, juga membawa dampak negatif seperti munculnya hoaks, bullying, dan sebagainya.

“Di sinilah tugas Pramuka menjadi contoh pengguna teknologi informasi secara positif dan bijak melalui Tim Siber, melawan hoaks, anti-bullying dan antipornografi,” pungkasnya. (MSA/AK)

Tinggalkan Komentar