Share This Post

Kerelawanan

Sejak Muda, Pramuka Disiapkan Jadi Atlet Panahan Nasional

Sejak Muda, Pramuka Disiapkan Jadi Atlet Panahan Nasional

JAKARTA – Ratusan Pramuka Penggalang mengikuti Kompetisi Memanah di Lokasi Halang Rintang, Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur pada Jumat, 27 Oktober 2017. Kompetisi ini dalam rangka Lomba Tingkat Lima (LT-V) Kwarnas Gerakan Pramuka 2017. Lima tahun mendatang, mereka diharapkan menjadi atlet panahan nasional

Kak Kurnia Bakti, Koordinator Lomba Bidang Kreasi Kepemimpinan mengungkapkan, lomba ini diikuti satu orang setiap regunya. Lomba ini membekali adik-adik Pramuka menjadi atlet panahan nasional. Bagi Pramuka, katanya, sebenarnya semua cabang olahraga itu bukanlah hal baru.

“Olahraga ini memang di kelompok umur, untuk mencari talents. Mudah-mudahan adik-adik Pramuka ini, lima tahun ke depan sudah menjadi atlet nasional,” kata Kak Kurnia Bakti itu di lokasi.

Aturan lomba ini sama seperti lomba memanah pada umumnya di Indonesia. Andalan Nasional Gerakan Pramuka Urusan Abdimasgana itu mengatakan, yang dinilai adalah ketepatan memanah terhada sasaran, yang mana itu memiliki nilai-nilai.

Kak Jendrik Daniel (14 tahun), peserta asal Kalimantan Utara mengakui bahwa lomba ini sangat menarik. Ia bercerita, tertantang dengan lomba karena “greget” rasanya saat membidik, dan harus konsentrasi penuh. Sebab, tanpa konsentrasi penuh, sasaran panahan akan hilang.

“Pertandingan memanah ini bagus untuk melatih kefokusan, keseimbangan, apalagi kalau dalam Islam termasuk sunahnya. Kalau diberikan kesempatan untuk ikut Lomba Panahan Nasional, senang dan bangga sekali, karena itu kesempatan yang tak mengulang dua kali,” beber peserta asal Kepulauan Riau, Kak Turisnawati (14 tahun).

Di waktu yang sama, ada Lomba Panjat Dinding. Kurnia mengungkapkan, lomba ini diikuti satu orang setiap regunya. Lomba ini juga sudah menjadi cabang olahraga di pekan olahraga nasional sebagaimana Lomba Panahan.

“Aturan lombanya pun sama, mengikuti aturannya nasional. Mereka sudah mengerti. Adik-adik ini sudah banyak yang mengenal panjat tebing. Buat mereka tidak asing, di sekolah-sekolah mereka juga ikut panjat,” tambah dia.

Masih di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur dan waktu yang sama, ada juga Lomba Pertolongan Pertama Pada Korban (P3K). Koordinator Lomba P3K, Fajar Maulana menegaskan, saat mereka menemukan kejadian sesungguhnya, mereka sudah mengetahui apa yang harus dilakukan.

Pada luka sobek, ia mencontohkan, yang harus mereka lakukan adalah menghentikan pendarahan. “Langkah pertama yang dilakukan, yang harus mereka tahu adalah menghentikan pendarahannya. Dengan cara ditekan lukanya, atau ditinggikan, atau ditekan dan ditinggikan. Pada prinsipnya, harus lebih tinggi daripada jantung. Karena penyebab kematian sebagian besar adalah karena pendarahan, kehilangan darah,” terang Kak Fajar di lokasi.

Lomba ini diikuti 66 regu Pramuka Penggalang dari 33 Provinsi se-Indonesia dengan setiap regu diwakili lima orang. Dengan demikian, jumlah pesertanya sebanyak 330 orang. Panitia menilai ketepatan, kekompakan dan kecepatan.

“Ketepatan dalam proses pembidaian luka, contoh patah tulang kaki. Mereka harus melakukan pembidaian melewati 12 sendi. Kecepatannya, semakin cepat pertolongan pada korban, semakin bagus. Karena dalam waktu 6-8 menit adalah masa-masa kritis pada korban, dan kemungkinan besar 60% masih bisa ditolong dalam jangka waktu 6-8 menit,” terangnya.

Di waktu yang sama, tapi berbeda tempat, diadakan Lomba Renang. Lomba ini diselenggarakan di Kolam Renang Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur. Sama dengan Lomba Panahan, setiap regu diwakili satu orang untuk berlomba dan menjadi yang terbaik di Lomba Renang itu. Sebelumnya, di waktu pagi, di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur Jakarta Timur, diadakan Lomba Halang Rintang.

LT-V Gerakan Pramuka dibuka pada Senin pagi, 23 Oktober 2017 oleh Kak Adhyaksa Dault, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka. Hari ini adalah hari terakhir pelaksanaan lomba yang diikuti Pramuka Penggalang terbaik dari setiap Provinsi di Indonesia.

LT-V adalah kegiatan yang sangat dinantikan dan prestisius, karena seleksi peserta yang sangat ketat. Regu yang bisa mengikuti Lomba Tingkat Lima (LT-V) adalah Regu yang menjuarai empat Lomba Tingkat (LT) sebelumnya, yaitu LT-I (tingkat Gugus Depan), LT-II (tingkat Kecamatan), LT-III (tingkat Kota/Kabupaten), dan LT-IV (tingkat Provinsi). Jadi, LT-V adalah pertemuan regu penggalang terbaik di Indonesia. Ibarat pertandingan sepakbola, LT-V adalah ‘Piala Dunianya’ Pramuka. (MSA/AK)

Tinggalkan Komentar