Share This Post

Hiburan

7 Alasan Mengapa Pembina Pramuka adalah Pendamping Idaman buat Kamu

7 Alasan Mengapa Pembina Pramuka adalah Pendamping Idaman buat Kamu

Selamat pagi, Dek!

Setiap orang pasti ingin mendapatkan pendamping hidup yang diidamkan dan diharapkan. Yang setia dan penyayang, bertanggung jawab dan dapat diandalkan, jujur dan pengertian. Sebenarnya, kriteria pendamping hidup yang demikian ada pada seorang Pembina Pramuka, lho, Dek. Pada kesempatan kali ini, akan Kakak sampaikan 7 alasan mengapa Pembina Pramuka adalah pendamping hidup idaman buat Adek. Simak baik-baik, ya.

1. Terbiasa Membina Pramuka, Jadi Lebih Siap Membina Rumah Tangga
Menjadi Pembina Pramuka itu tidak mudah, lho. Membina Pramuka tidak hanya mengajari tepuk-tepuk dan nyanyi-nyanyi. Ada banyak keterampilan yang harus dikuasai oleh seseorang sebelum menjadi Pembina Pramuka.

Seorang Pembina Pramuka setidaknya telah mengikuti kursus. Iya, untuk menjadi Pembina ada kursusnya. Ada dua tingkatan dalam kursus pembina, yaitu KMD dan KML. KMD merupakan singkatan dari Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar. KML merupakan singkatan dari Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan. Kursus itu bertahap. Seseorang tidak boleh mengikuti KML sebelum menempuh KMD.

Kursus biasanya dilaksanakan selama beberapa hari (5-6 hari) di dalam ruangan dan di luar ruangan. Jika di luar ruangan berarti peserta kursus tidur di tenda. Semacam kemah gitu lah. Jika seseorang lulus dalam kursus itu, ia akan mendapatkan ijazah sebagai Pembina Pramuka. Seorang Pembina Pramuka minimal memiliki ijazah KMD.

Membina Pramuka di sekolah merupakan tantangan tersendiri. Pendidikan kepramukaan sifatnya terbuka dan menantang. Pembina Pramuka harus kreatif dan inovatif agar kegiatan latihan Pramuka menjadi menyenangkan.

Hubungan antara Pembina Pramuka dan peserta didik (anggota Pramuka) seperti kakak-adik. Peserta didik memanggil Pembina Pramuka dengan sebutan Kakak dan Pembina Pramuka memanggil peserta didik dengan sebutan Adik (kecuali untuk golongan Siaga). Panggilan tersebut mengisyaratkan adanya kedekatan dan keakraban antara Pembina dengan peserta didik.

Semakin lama membina Pramuka, seorang Pembina akan semakin bertambah wawasannya, semakin kuat karakternya, dan semakin dewasa kepribadiannya.
Jadi, kapan adek siap membina rumah tangga dengan Kakak? : )

2. Terlatih untuk Hidup Mandiri
Kegiatan latihan Pramuka mengajarkan tentang kemandirian. Pembina Pramuka harus terlatih dan terbiasa hidup mandiri karena ia akan mengajarkannya kepada peserta didik. Latihan untuk menguatkan karakter kemandirian itu antara lain dengan mendirikan tenda, jelajah alam, berkemah, dan lain-lain.

Mendirikan tenda bukan perkara mudah, lho. Butuh kecermatan dan keterampilan dalam membangun sebuah tenda yang kuat. Begitu pula dalam jelajah alam dan berkemah. Dalam berkemah, Pramuka harus mandiri. Mau makan, harus mau masak terlebih dahulu. Selesai makan, harus mau mencuci piring dan gelas. Seseorang yang sering mengikuti kegiatan Pramuka, sikap manja dan cengengnya akan semakin berkurang, berganti sikap mandiri yang semakin kuat.

Dalam hidup berumah tangga, kamu pasti nggak mau, kan, hidup dengan seseorang yang suka berlagak seperti bos di rumah yang selalu minta dilayani. Kamu pasti menginginkan seseorang yang sesekali bisa buatin kamu masakan spesial, yang bisa gantiin galon air kalau habis, yang bisa benerin genting kalau bocor, yang pandai merayu kalau kamu lagi merajuk.

3. Selalu Riang Gembira

Jangan sepelekan kegiatan tepuk-tepuk dan nyanyi-nyanyi dalam Pramuka. Dalam Kepramukaan, keduanya berfungsi sebagai alat pendidikan. Salah satu prinsip dalam kepramukaan ialah belajar dengan cara menyenangkan. Latihan-latihan keterampilan kepramukaan harus diajarkan dengan cara yang menyenangkan. Jika kegiatan Pramuka tidak menyenangkan, lebih baik tinggalkan saja.

Oleh karena itu, Pembina Pramuka mestilah menunjukkan sikap riang gembira saat membina Pramuka. Kegiatan sesulit dan seberat apapun harus dilakukan dengan perasaan senang. Kegiatan Pramuka bukanlah beban, tapi kegiatan yang menantang dan menyenangkan.

Misalkan saja dalam materi menaksir kecepatan arus sungai. Nyerempet ilmu Fisika, nih. Dalam pelajaran Fisika di kelas, rumus kecepatan disampaikan secara teori yang harus dihafal peserta didik yang kemudian disusul oleh soal-soal yang mengalir deras. Penyampaikan rumus kecepatan dalam latihan Pramuka harus secara menyenangkan. Misalnya dengan permainan-permainan yang seru dan lucu.

Dengan tuntutan untuk menyampaikan materi dengan cara menyenangkan, Pembina Pramuka harus selalu kreatif untuk menciptakan kegiatan-kegiatan yang seru, menantang, menyenangkan, serta menghibur. Tak ayal, sering terdengar tawa riang dalam latihan Pramuka.

Pembina Pramuka sering terlihat riang gembira. Sikap riang gembira ini bukan hal yang sepele, lho, Dek. Humoris itu penting. Dalam mengarungi samudera kehidupan yang penuh tantangan dan cobaan ini, kamu perlu seseorang yang bisa membuat kamu tersenyum dan tertawa.

Kakak ajari nyanyi, nih, biar kamu ikut senang:
Di sini senang…
Di sana senang…
Di mana ada kamu hatiku senang…
Lalalala… lalala…

4. Penuh dengan Kasih Sayang
Dasadharma butir kedua berbunyi, “Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.” Inilah salah satu “doktrin” dalam kepramukaan. Pramuka harus memiliki sifat menyanyangi. Tak hanya menyayangi sesama manusia, tapi harus menyayangi binatang dan tumbuh-tumbuhan.

Pembina Pramuka harus menanamkan cinta alam dan kasih sayang ini dalam kehidupan sehari-hari. Membuang sampah harus pada tempatnya. Tidak boleh menyakiti hewan. Tidak boleh memotong tumbuhan sembarangan. Melaksanakan kegiatan penghijauan. Menolong orang lain yang kesusahan. Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan untuk menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang.

Dalam kegiatan di alam terbuka, Pembina Pramuka akan sangat memperhatikan lingkungan alam sekitar. Ia akan memastikan binatang dan pepohonan tidak terganggu. Tuh, pohon aja disayangi, lho, Dek. Apalagi kamu.

5. Suci dalam Pikiran, Perkataan, dan Perbuatan

“Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan” adalah bunyi Dasadharma butir kesepuluh. Pramuka harus melatih diri untuk berpikiran baik, bertutur baik, dan berbuat baik. Pikiran-pikiran kotor harus dihilangkan. Perkataan-perkataan kasar harus dijauhi. Perbuatan-perbuatan buruk harus dihindari.

Berpikir, berkata, dan berbuat suci (baik) merupakan janji moral Pramuka. Seseorang yang melanggarnya akan terkena sangsi moral yang diterapkan oleh kelompoknya.

Setiap orang pastinya suka dengan orang yang pikiran, perkataan, dan perbuatannya baik. Orang yang suci pikirannya pasti tidak akan ingkar janji. Zaman sekarang banyak lho, Dek, orang yang sukanya PHP doang. Bilangnya mau ngelamar tahun depan, setelah lewat setahun ditanya lagi, dijawab lagi tahun depan. Pembina Pramuka itu teguh memegang janji, lho, Dek. Cuma ngasih tahu aja, sih.

6. Terbiasa Hidup secara Hemat, Sederhana, dan Bersahaja
Hidup hemat, sederhana, dan bersahaja itu bukan soal seberapa besar harta yang dimiliki. Hemat, sederhana, dan bersahaja adalah soal gaya hidup. Hidup hemat itu dipuji, sebaliknya hidup boros itu dicela. Tapi, hemat tidak berarti pelit. Hemat itu membelanjakan harta sesuai kebutuhan.

Hidup hemat harus ditanamkan oleh Pembina Pramuka kepada peserta didiknya. Peserta didiknya dianjurkan untuk menabung. Dalam mencukupi kebutuhan regu, setiap anggota harus iuran. Hal tersebut akan melatih sikap hemat.

Hidup sederhana dan bersahaja juga penting untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap boros dan berlebihan adalah awal dari bencana. Sebaliknya, sikap sederhana akan melatih diri untuk menerima apa yang ada.

Kebahagiaan itu berasal dari dalam diri, dari hati. Sikap sederhana dan bersahaja akan melatih hati untuk menemukan kebahagiaan dalam hal-hal yang sederhana. Misalnya, berdua menikmati senja di atas bukit sudah bisa mendatangkan kebahagiaan tak terkira.

Percayalah, Dek, bukan harta kekayaan yang kamu butuhkan untuk mendapatkan kebahagiaan rumah tangga. Justru dalam kesederhanaan dan kebersahajaan akan kamu dapatkan kebahagiaan itu bersama pasanganmu. Dan percayalah, Pembina Pramuka itu bisa hidup hemat, sederhana, dan bersahaja.

7. Dapat Dipercaya dan Diandalkan
Pramuka harus dapat dipercaya dan diandalkan. Tugas-tugas kepramukaan menuntut rasa saling percaya. Setiap individu harus bisa diandalkan dalam menjalankan tugasnya masing-masing.

Dapat dipercaya dan diandalkan ini terlihat dalam kegiatan berkemah. Ada yang bertugas mendirikan tenda, ada yang bertugas membuat pagar, ada yang bertugas membuat gapura, ada yang bertugas memasak, dan lain-lain. Setiap orang yang terampil dalam menyelesaikan tugasnya. Setiap orang harus dapat dipercaya dan diandalkan.

Dalam membangun rumah tangga, kamu membutuhkan orang yang dapat dipercaya dan diandalkan. Dapat dipercaya dan diandalkan dalam mencari nafkah, dalam berinteraksi dengan orang lain, dalam menyelesaikan setiap masalah, dan lain-lain.

Kamu akan sangat membutuhkan orang yang selalu ada untuk kamu. Seseorang yang siap siaga ketika kamu butuhkan. Seseorang yang terpercaya dan andal untuk menjadi tempat bersandar bagimu.

***
Demikianlah 7 alasan mengapa Pembina Pramuka adalah pendamping idaman buat kamu. Dengan alasan-alasan di atas, adakah alasan untuk tidak menerima seorang Pembina Pramuka sebagai pendamping hidup kamu?

 

Tinggalkan Komentar