Share This Post

Informasi & Teknologi

Kartu Gerakan Pramuka Dapat Digunakan Sebagai ATM BTN dan Akses Pusda

Kartu Gerakan Pramuka Dapat Digunakan Sebagai ATM BTN dan Akses Pusda

YOGYAKARTA- Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Bank Tabungan Negara (BTN), Selasa (9/10/2018). Dari pantauan Tribunjogja.com, PKS tersebut mencakup beberapa pihak, yakni Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta.

Deputi Regional Manager Bisnis BTN Jateng DIY, Chrisdy B Epsa menjelaskan bahwa pihaknya mengintegrasikan kartu anggota Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta agar bisa menjadi akses masuk ke Perpustakaan Daerah sekaligus berfungsi sebagai kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BTN.

“Kartu untuk Pramuka ini merupakan pilot project, di mana kartu pramuka, perpustakaan, cukup satu kartu saja. Kartunya juga berfungsi untuk ATM yang berbasis tabungan,” bebernya.

Adapun nomor yang tertera pada kartu, disampaikan Chrisdy bukanlah nomor rekening melainkan nomor kartu.
“Ketika kartu hilang, maka nomor kartu akan berubah. Namun nomor rekeningnya akan sama. Lalu untuk kartu yang pertama ini gratis. Nanti kalau hilang, mengurus kartu baru, akan dikenakan biaya administrasi,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan kerjasama dengan Disperindag Kota Yogyakarta terkait e-retribusi. Menurutnya hal ini merupakan langkah untuk berganti kebiasaan dari transaksi tunai beralih menggunakan kartu. “Dengan kartu ini pembayaran langsung antar rekening. Sudah ada saldonya, ada alatnya, retribusi berapa, jadi nggak perlu bawa cash,” ucapnya.

Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menjelaskan bahwa saat ini sudah ada 417 kartu anggota Gerakan Pramuka yang terintegrasi dengan ATM BTN san juga akses untuk meminjam koleksi di Perpustakaan Daerah.”Semoga ini menjadi dorongan agar temen-temen Pramuka aktif karena ada kebanggaan memiliki kartu ini,” ucapnya.

Saat ini, lanjutnua, terdapat sekitar 15.000 anggota aktif Gerakan Pramuka. Selebihnya merupakan siswa yang mengikuti Pramuka karena menjadi salah satu ekstra kurikuler di sekolahnya.
“Harapannya nanti yang saat ini ikut ekstrakurikuler, nanti akan bergabung sebagai anggota,” ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan bahwa adanya bentuk kerjasama ini merupakan satu dari beberapa hadiah terindah pada HUT ke-262 Kota Yogyakarta.”Kami sudah mengadakan perjanjian besar antara Pemkot dengan BTN, yakni membuat komitmen kartu gerakan Pramuka yang diintegrasikan dengan kartu Pusda dan ATM yang pertama di Indonesia,” ucapnya.

Ia mengatakan, industri keuangan berkembang sangat cepat. Percepatan perkembangan teknologi berjalan 3.000 kali lebih cepat dari sebelumnya. Maka sebab itu, daerah diminta mempercepat teknologi untuk meningkatkan kemampuan pelayanan di wilayahnya.

“Kartu semakin sedikit, semakin efektif. Ini adalah efisiensi sesuai dengan semangat smart city. Jangkauan lebih banyak namun efisien,” tambahnya.

Terkait e-retribusi, lanjutnya, melalui retribuai tersebut memberikan sumbangsih retribusi pasar 2,8 persen yang nilainya sekitar Rp 15,6 miliar dari total retribusi Rp 551,5 miliar.”Bisa efisiensi petugas pungut 70 orang seluruh pasar. Harapannya e-retribusi ini intensifikasi dan ekstensifikasi naik untuk mengkatrol pendapatan. Kalau mau bayar semakin mudah, sebenarnya pakai smartphone bisa. Tapi ini tahap untuk pembiasaan,” imbuhnya. (*)

Tinggalkan Komentar