Share This Post

Budaya

Ada Yang Masih Ingat Dengan Tungku Masak Ini?

Ada Yang Masih Ingat Dengan Tungku Masak Ini?
Tungku Pawon

Pawon, bagi saya adalah sebuah tungku masak yang biasa bagi saya. Sudah sekian lama saya di masakin oleh Nenek saya dari kecil dengan tungku yang berbahan bakar kayu ini.

Bagi sebagian orang, saya rasa tungku masak ini masih sangat asing, selain identik dengan hal yang kotor karena hasil pembakarannya yang menghasilkan abu, juga karena asap yang menimbulkan warna hitam bagi benda yang terkenanya. Selain itu, Pawon Juga Identik dengan Tanah, karena kebanyakan orang yang memakai pawon selalu menempatkannya di atas tanah. Terutama orang zaman dahulu. Jadi mau tidak mau pengguna pawon harus menyediakan tempat di dalam rumahnya yang tidak terkena Keramik agar hasil pembakaran pada pawon tidak menimbulkan kotor di keramik.

Eitsss… tunggu dulu… pawon juga bisa di aplikasikan pada Rumah yang sudah 100% di keramik. Caranya tinggal tambah meja pada area yang akan di jadikan tempat masak lalu di atasnya di tambahkan batu bata untuk dasarnya. Lalu atasnya tinggal di tempatkan pawonnya.

Semakin bergantinya zaman, pawon makin lama kurang peminatnya akibat adanya kompor LPG. Yang lebih efisien dan lebih ramah lingkungan, dan mencari bahan bakarnya pun mudah. Tanpa harus repot-repot cari ranting di pekarangan.

Akibatnya Banyak orang yang  beralih ke LPG. Terutama sejak di bagikannya kompor LPG gratis beberapa tahun silam oleh pemerintah.  Terutama para keluarga-keluarga baru yang telah berpindah ke rumahnya sendiri, ataupun menyarankan orang tuanya untuk beralih ke LPG.

Walaupun demikian, bagi mbah Aminah. Memasak menggunakan pawon masih tetap di lakukannya walaupun sudah ada kompor LPG, menurutnya, memasak menggunakan Pawon tidak perlu repot-repot membeli Gas Untuk memasak, tinggal cari kayu di pekarangan Rumah lalu di kumpulkan untuk memasak.

” Saya lebih suka pakai Pawon, selain aman. Dan bahan bakarnya murah. Rasa makanannya pun berbeda ” Ucap Mbah Aminah, Nenek saya.

Perbedaan rasa masakan pada pawon pun juga di rasakan oleh Babinsa Desa Bojongsari Dari Kodim 0703 Cilacap ketika berkunjung ke rumah Mbah saya (03/01). Yaitu Bapak Untung, ” Masakannya biasa, seperti di rumah saya, tapi rasanya kayak berbeda. Lebih enak ini dari pada yang di rumah saya ” Ucap Bapak Untung.

Ia merasa memasak dengan Pawon  memang rasanya berbeda. Ia akui ketika ia mengingat orang tuanya dulu ketika ia masih kecil. Orang tuanya memasakan makananya selalu dengan Pawon. Berbeda dengan sekarang ketika ia sudah menikah, karena di rumahnya memang menggunakan kompor LPG.

Selain bahan bakarnya yang mudah. Pawon juga bisa mengurangi sampah. Karena bahan bakarnya yang menggunakan bahan-bahan yang bisa di bakar.

Namun sayang, semakin lama kita mungkin akan jarang sekali menemui orang yang menggunakan Pawon. Karena banyak orang yang sudah tidak mau repot-repot untuk mencari bahan bakar pawon. Selain itu, pembuat pawon makin lama juga makin berkurang. Karena kebanyakan pembuat tungkuu pawon saat ini hanyalah orang tua yang sepuh.

Selain itu jika menggunakan pawon, memang harus terus mengatur kondisi nyala api tiap, bahkan harus meniup apinya dengan mulut agar apinya mau menyala. Tidak seperti kompor, yang cukup dengan mengatur knopnya saja agar nyala api stabil tanpa harus memasukan kayu atau sampah setiap saat.

Tetapi tetap saja, masakan Pawon tidak akan kalah enaknya dengan yang menggunakan kompor. (Yogi Nur Khayan)

Tinggalkan Komentar